KABARBURSA.COM – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) belum berhasil keluar dari tekanan jual setelah kembali melemah 3,33 persen ke level 9.425 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Koreksi tersebut memperpanjang tren pelemahan AADI dalam sepekan terakhir setelah saham ini sempat diperdagangkan di area 11.000 pada awal pekan.
Dalam data perdagangan terlihat, tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham ini. Nilai transaksi AADI pada akhir pekan mencapai Rp133,47 miliar dengan volume 138,24 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 10,60 ribu kali.
Foreign Sell Sempat Membengkak
Arus dana asing juga kembali keluar cukup besar. Foreign sell tercatat mencapai Rp44,64 miliar, lebih tinggi dibanding foreign buy Rp28,04 miliar, sehingga membentuk net foreign sell sebesar Rp16,60 miliar dalam satu hari perdagangan.
Jika ditarik dalam lima perdagangan terakhir, pola distribusi asing sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal pekan. Pada 4 Mei 2026, AADI ditutup di level 10.975 setelah terkoreksi 5,39 persen dengan net foreign sell mencapai Rp33,60 miliar.
Tekanan berlanjut pada 5 Mei 2026 ketika saham ini kembali turun 4,10 persen ke level 10.525. Pada sesi tersebut, net foreign sell bahkan membengkak menjadi Rp45,26 miliar dengan tekanan jual asing mencapai Rp51,51 miliar.
Pergerakan mulai sedikit mereda pada 6 Mei 2026. AADI memang masih turun 2,85 persen ke level 10.225, namun arus asing mulai berbalik tipis dengan net foreign buy Rp1,75 miliar.
Momentum rebound sempat muncul pada 7 Mei 2026 ketika AADI bergerak naik intraday dan mencatat net foreign buy Rp7,85 miliar. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah saham kembali terkoreksi tajam pada perdagangan berikutnya.
Dalam sepekan, harga saham AADI tercatat sudah turun sekitar 14,12 persen dari area 10.975 menjadi 9.425. Koreksi cepat tersebut membuat saham ini mulai mendekati area support psikologis penting di kisaran 9.200–9.400.
Strategi dan Rekomendasi
Secara teknikal, pergerakan AADI saat ini dinilai masih berada dalam fase koreksi lanjutan. MNC Sekuritas memperkirakan posisi AADI sedang berada pada bagian wave [c] dari wave B pada label hitam atau wave [iv] pada label merah.
Meski begitu, area pelemahan saat ini mulai dinilai menarik untuk strategi buy on weakness. Zona akumulasi diperkirakan berada di rentang 9.275 hingga 9.425 dengan peluang rebound menuju target price 10.225 hingga 10.825.
Area 9.200 menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual berisiko kembali membesar dan membuka ruang koreksi lanjutan.
Dari sisi pergerakan harian, volatilitas AADI masih tergolong tinggi. Pada perdagangan 8 Mei 2026, saham ini sempat dibuka di level 9.775 sebelum turun hingga menyentuh low 9.425 dan gagal bertahan di area psikologis 10.000.
Rata-rata harga transaksi harian juga terus bergerak turun dalam beberapa sesi terakhir. Average price tercatat turun dari 10.995 pada 4 Mei menjadi 9.655 pada 8 Mei 2026, menandakan tekanan distribusi masih cukup dominan dalam jangka pendek.
Meski tekanan asing belum sepenuhnya reda, mulai muncul indikasi bahwa laju penurunan melambat dibanding awal pekan. Kondisi tersebut membuat area current price mulai masuk radar trader jangka pendek yang mencari momentum technical rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.