KABARBURSA.COM – Pergerakan saham TBS Energi Utama (TOBA) pada perdagangan terakhir memberikan sinyal teknikal yang relatif lebih stabil dibandingkan saham-saham lain yang masih berada dalam tekanan. Dari kombinasi data orderbook dan struktur grafik harian, pergerakan TOBA untuk perdagangan esok hari cenderung berada dalam fase uji lanjutan di area atas, meski masih menghadapi suplai yang cukup tebal di beberapa level harga.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, TOBA berada di level 840 atau menguat 1,20 persen. Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang 780 hingga 850 dan ditutup di dekat area atas harian. Penutupan yang berada di atas harga pembukaan serta bertahan di atas area 830 menunjukkan bahwa tekanan jual relatif dapat diredam, berbeda dengan pola close on low yang biasanya menandai distribusi agresif.
Dari sisi volume dan likuiditas, total transaksi mencapai sekitar 785 ribu lot dengan nilai Rp64,1 miliar dan frekuensi 10.701 kali. Angka ini mencerminkan aktivitas yang cukup aktif, namun belum menunjukkan lonjakan ekstrem.
Komposisi foreign buy dan foreign sell yang relatif berimbang, masing-masing sekitar Rp5,5 miliar dan Rp5,3 miliar, menegaskan bahwa tidak ada dominasi satu sisi yang terlalu mencolok. Kondisi ini membuat pergerakan harga lebih ditentukan oleh dinamika supply–demand intraday.
Area 840 Jadi Titik Menarik Utama
Struktur orderbook memberikan petunjuk arah jangka sangat pendek. Di sisi bid, permintaan paling tebal terlihat di level 835 dengan total sekitar 8.739 lot, disusul akumulasi berlapis di 830, 825, hingga 820. Bid yang relatif rapat ini menunjukkan adanya minat beli yang siap menyerap di bawah harga penutupan.
Sementara itu, di sisi offer, antrean jual terbesar berada tepat di level 840 dengan lebih dari 14 ribu lot, diikuti suplai yang konsisten hingga area 860–880. Ketimpangan ini mengindikasikan bahwa area 840 masih menjadi titik tarik-menarik utama, sementara kenaikan ke atasnya akan langsung berhadapan dengan suplai.
Jika dikaitkan dengan grafik harian, posisi TOBA saat ini bergerak mendatar setelah fase penurunan panjang dari area 1.400–1.500 menuju kisaran 800–900. Harga beberapa kali memantul dari area bawah 780–800 dan kini kembali menguji zona tengah konsolidasi.
Volume pada fase sideways ini cenderung stabil, tanpa lonjakan ekstrem, yang menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase penyeimbangan ulang, bukan fase distribusi agresif.
Dengan struktur seperti ini, pergerakan TOBA pada perdagangan esok hari secara teknikal cenderung menguji area terdekat di atas harga penutupan, yakni 850 hingga 875, seiring masih adanya minat beli yang menjaga area bawah.
Namun, selama suplai di 840–860 belum terserap, pergerakan berpotensi tetap terbatas dan bersifat intraday. Di sisi lain, area 820–830 menjadi zona yang akan kembali diuji jika tekanan jual meningkat, mengingat di level tersebut bid mulai terlihat lebih rapat.
Secara keseluruhan, arah pergerakan TOBA masih berada dalam koridor konsolidasi dengan kecenderungan menguji sisi atas terlebih dahulu. Keseimbangan antara antrean bid di bawah dan offer di atas membuat ruang gerak relatif terukur, sehingga dinamika esok hari akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap suplai di area 840 sebelum membuka ruang pergerakan lanjutan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.