Logo
>

GTSI Main di Harga Bawah, Tekanan Jual Masih Dominan

Tekanan jual masih mendominasi GTSI setelah koreksi tajam sepekan terakhir. Data orderbook dan broker summary menunjukkan distribusi aktif dengan akumulasi terbatas di area harga bawah.

Ditulis oleh Yunila Wati
GTSI Main di Harga Bawah, Tekanan Jual Masih Dominan
Tekanan jual masih mengintai GTSI. Foto: Dok GTS International.

KABARBURSA.COM – Tekanan jual yang sangat tajam terjadi pada pergerakan saham GTS International (GTSI) di perdagangan hari terakhir pekan ini, Jumat, 23 Januari 2026. Tampaknya, kondisi ini akan berlanjut pada perdagangan esok hari. GTSI tengah bermain di harga bawah dengan tekanan jual yang masih dominan.

Di perdagangan terakhir, saham ini ditutup turun 8,87 persen ke level 370, mendekati batas bawah rentang pergerakan harian. Sinyal distribusi begitu konsisten, dari pembukaan hingga penutupan.

Sejak awal perdagangan, tekanan sudah langsung terasa. GTSI yang dibuka di level 400, jauh di atas harga penutupan, gagal mempertahankan area tersebut. Sepanjang sesi, harga bergerak turun bertahap hingga menyentuh level terendah di 352, sebelum akhirnya ditutup di 370. 

Rentang ini menunjukkan bahwa pelemahan bukan terjadi akibat satu transaksi besar di akhir sesi, melainkan proses jual yang berlangsung berlapis. Secara intraday, posisi penutupan yang dekat dengan area bawah mengindikasikan dominasi penjual hingga akhir perdagangan.

Volume Tinggi, Bid Menumpuk di Level Bawah

Dari sisi likuiditas, volume transaksi tergolong tinggi. Total volume mencapai sekitar 2,86 juta lot dengan nilai transaksi Rp105,6 miliar dan frekuensi 22.944 kali. Angka ini menegaskan bahwa penurunan harga terjadi di tengah partisipasi pasar yang aktif, bukan karena keringnya transaksi. 

Volume besar dalam kondisi harga turun tajam umumnya mencerminkan distribusi, bukan sekadar koreksi teknikal ringan.

Struktur antrean pada orderbook memperkuat gambaran tersebut. Di sisi bid, permintaan terlihat menumpuk di level-level bawah, mulai dari 368 hingga 350, dengan total bid sekitar 354.175 lot. Namun, tekanan dari sisi offer jauh lebih besar, mencapai 608.647 lot. 

Ketimpangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat beli di area bawah, suplai saham yang ingin dilepas masih lebih dominan. Bahkan pada level harga psikologis 370, antrean jual masih relatif tebal, mengindikasikan adanya hambatan jika harga mencoba rebound dalam jangka sangat pendek.

Pembacaan broker summary semakin menegaskan pola distribusi. Di sisi pembelian, aktivitas terbesar datang dari Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai beli sekitar Rp6,7 miliar dan rata-rata harga 367, disusul Semesta Indovest (MG) dan UBS Sekuritas Indonesia (AK). 

Namun, tekanan jual lebih agresif datang dari sejumlah broker besar. Stockbit Sekuritas (XL) mencatatkan penjualan sekitar Rp5,3 miliar dengan rata-rata harga 370, sementara Yakin Bertumbuh (YB) dan NH Korindo (XA) juga muncul sebagai penjual aktif dengan nilai di atas Rp4 miliar dan Rp2,9 miliar. 

Komposisi ini menunjukkan bahwa penurunan harga lebih banyak dipicu oleh aksi lepas dari broker tertentu, bukan semata aksi panik ritel.

Menariknya, rata-rata harga jual para broker penekan berada di kisaran 364 hingga 370, relatif dekat dengan harga penutupan. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi dilakukan secara terukur, bukan dumping di harga ekstrem. 

Sementara itu, pembeli besar justru masuk di area yang lebih rendah, mencerminkan sikap menunggu dan menyerap di bawah, bukan mengejar harga.

Sepekan Terkoreksi Nyaris 20 Persen

Dari sisi performa harga, tekanan ini bukan kejadian satu hari semata. Dalam rentang satu minggu, GTSI telah terkoreksi hampir 20 persen, dari area 480 ke kisaran 370–352. Koreksi beruntun ini menempatkan saham dalam fase pelemahan berkelanjutan, di mana setiap rebound cenderung dimanfaatkan sebagai peluang jual. 

Kombinasi penurunan mingguan yang dalam, volume besar, dan dominasi offer memperkuat indikasi bahwa saham masih berada dalam fase tekanan.

Secara keseluruhan, GTSI sedang berada dalam fase distribusi aktif dengan volatilitas tinggi. Volume besar mengonfirmasi bahwa pasar sedang ramai bertransaksi, namun keseimbangan kekuatan masih condong ke sisi penjual. 

Selama antrean jual tetap dominan dan harga belum mampu keluar dari tekanan mingguan, pergerakan GTSI masih akan sangat sensitif terhadap perubahan suplai di area bawah.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79