KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) pada perdagangan sesi kedua Rabu, 21 Januari 2026, terlihat menarik. Harga mendekati zona auto rejection atas (ARA), namun tekanan jual cukup kuat.
Jika melihat dari sisi orderbook, BELL saat ini berada di level 191, baik 43 poin atau 29,05 persen dari penutupan harga sebelumnya di 148. Batas ARA tercatat di 199, sementara auto rejection bawah (ARB) berada di 126.
Di sisi permintaan, antrean bid menumpuk tebal dan berlapis di area 190 hingga 181, dengan total bid mencapai 424.633 lot. Bid terbesar ada di 190 sebanyak 15.270 lot, lalu lapisan besar lain berada di 189 sebanyak 12.876 lot, 188 sebanyak 10.205 lot, 187 sebanyak 8.888 lot, 185 sebanyak 10.197 lot, 183 sebanyak 12.866 lot, dan 182 sebanyak 18.551 lot.
Ini bukan sekadar “ada pembeli”, melainkan struktur penyangga yang rapat, yang menunjukkan minat tampung tersebar di beberapa level dan bukan berdiri di satu harga saja.
Di sisi penawaran, total offer tercatat 360.507 lot, lebih tipis dari total bid. Tetapi yang membuatnya krusial adalah komposisi tembok jualnya. Pada 191, offer 5.082 lot dengan frekuensi 24 kali, sementara di 192 ada 67.186 lot dengan frekuensi 158 kali.
Lalu tembok paling keras muncul di 199, di mana offer mencapai 165.578 lot dengan frekuensi 540 kali. Artinya, pasar bukan kekurangan suplai; suplai justru menumpuk di atas, terutama di harga mentok atas.
Namun selama sesi berjalan, suplai yang dilempar ke harga berjalan tidak pernah benar-benar membuat harga runtuh, karena masih ada penyerapan yang aktif di bawahnya.
Aksi Jual Langsung Terserap
Trade book memperlihatkan mengapa “tekanan jual” terlihat dominan tapi harga tetap kuat. Garis merah (sell) lebih tinggi dari garis hijau (buy) hampir sepanjang sesi, tetapi keduanya sama-sama menanjak hingga mendekati kisaran jutaan lot. Ini menggambarkan aktivitas dua arah yang sama-sama besar.
Dengan kata lain, pasar sedang ramai transaksi, dan jualan yang keluar bukan membuat ruang kosong, melainkan langsung dibalas oleh pembeli yang siap menyerap. Kekuatan BELL hari ini bukan karena tidak ada yang jual, tetapi karena jualannya tidak pernah dibiarkan jatuh bebas.
Dinamika ini sejalan dengan struktur harga intraday yang ekstrem. Dari orderbook, harga dibuka di level 149, dan sempat menyentuh harga terendah 127, namun kemudian melesat hingga 192. Rentang lebar ini menunjukkan ada fase awal yang sempat melemah, tetapi kemudian terjadi pembalikan yang sangat agresif.
Di saat yang sama, frekuensi transaksi mencapai 3.412 kali, yang menandakan pergerakan ini dibentuk oleh ribuan eksekusi, bukan satu atau dua transaksi yang “menarik” harga. Nilai transaksi tercatat sekitar 174,3 miliar, dengan volume 10,26 juta lot dan rata-rata harga di 170.
Aktivitas sebesar ini membuat wajar bila tekanan jual tampak tinggi, karena dalam pasar yang sangat aktif, profit taking dan pengejaran harga bisa terjadi bersamaan.
Saat data mikro ini ditempelkan ke chart harian, konteksnya makin jelas. Candle BELL dalam beberapa hari terakhir bergerak nyaris vertikal keluar dari fase datar panjang, lalu menutup di area puncak baru.
Harga teerakhir berada di 194 dan tertinggi juga 194. Pada perdagangan hari ini harga sudah masuk area atas yang sama sekali baru dibanding basis lamanya. Ini menempatkan BELL dalam fase eksplorasi, bahwa harga sedang “mencari lantai baru” setelah lonjakan impulsif, dan pengujian berikutnya akan terjadi tepat di area resistensi psikologis dan batas ARA.
Lanjut ARA atau Junam?
Di titik ini, ada beberapa indikator bisa menjelaskan apakah harga akan melanjutkan ARA atau justru terbenam?
Pada indikator pertama, ada daya serap di bawah 191–190. Bid total yang lebih tebal daripada offer, serta lapisan permintaan yang rapat di 190–182, adalah alasan utama mengapa tekanan jual yang terlihat di trade book tidak merusak harga.
Selama lapisan ini tetap aktif di setiap kali muncul lemparan, pasar masih punya “bantalan” untuk menahan harga agar tidak terlepas jauh.
Yang kedua adalah tembok suplai di atas, khususnya di 192 dan terutama di 199. Angka 67.186 lot di 192 dan 165.578 lot di 199 menunjukkan bahwa jalan menuju ARA bukan jalur kosong. Jika harga mendekati 199, maka pasar akan bertemu antrean jual yang besar dan berulang, yang tercermin dari frekuensi 540 kali di level itu.
Artinya, untuk benar-benar “mengunci” ARA, pasar perlu menelan suplai yang sangat tebal di batas atas.
Untuk saat ini, BELL sedang berada di fase tarik-menarik distribusi dan penyerapan dalam volume besar. Tekanan jual bukan sinyal harga akan jatuh, melainkan gambaran bahwa banyak pihak sudah merealisasikan kenaikan. Sementara di sisi lain ada pembeli baru yang masih bersedia menyerap di harga tinggi. Arah
berikutnya akan sangat ditentukan oleh apakah lapisan bid di bawah tetap bertahan saat harga kembali diuji, dan apakah tembok offer di 192 hingga 199 mulai terkikis atau justru makin menebal ketika harga mendekat.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.