KABARBURSA.COM – Emiten otomotif milik TP Rachmat, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), mulai menyiapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Di tengah rencana pembagian dividen tersebut, pergerakan saham ASLC belum stabil dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, ASLC akan membagikan dividen tunai sebesar Rp12,68 miliar atau setara Rp1 per saham. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 19 Mei 2026.
Untuk perdagangan reguler dan negosiasi, cum dividen ditetapkan pada 29 Mei 2026, sementara ex dividen berlangsung mulai 2 Juni 2026.
Adapun recording date atau tanggal penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen jatuh pada 3 Juni 2026. Pembayaran dividen tunai dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.
Secara mekanisme, investor yang sahamnya tersimpan di penitipan kolektif KSEI akan menerima distribusi dividen melalui rekening dana nasabah di perusahaan sekuritas atau bank kustodian masing-masing.
Sementara investor yang masih memegang saham dalam bentuk warkat wajib menyampaikan data rekening bank kepada Biro Administrasi Efek paling lambat 3 Juni 2026 pukul 16.00 WIB agar pembayaran dividen dapat diproses melalui transfer bank.
Gerak Saham Masih Berat
Meski mulai menyiapkan distribusi laba kepada investor, pergerakan saham ASLC justru masih cukup berat. Dalam empat hari perdagangan terakhir, saham ini bergerak fluktuatif dan cenderung berada dalam tekanan.
Pada perdagangan 18 Mei 2026, ASLC ditutup di level 73 setelah terkoreksi 1,35 persen. Tekanan asing saat itu cukup besar dengan net foreign sell mencapai Rp137 juta.
Sehari berikutnya, saham kembali melemah 2,74 persen ke level 71. Tekanan asing juga masih berlanjut dengan net foreign sell sekitar Rp5,48 miliar.
ASLC sempat mencoba bangkit pada 20 Mei 2026 ketika saham naik tipis 1,41 persen ke level 72. Saat itu, pasar mulai melihat masuknya dana asing dengan net foreign buy sekitar Rp1,57 miliar.
Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada perdagangan 21 Mei 2026, ASLC kembali anjlok 6,94 persen ke level 67 dengan nilai transaksi mencapai Rp2,06 miliar.
Dana Asing Keluar Rp2,33 Juta dalam Empat Hari
Menariknya, meski harga turun tajam, aktivitas transaksi justru meningkat cukup signifikan. Volume perdagangan melonjak menjadi hampir 300 ribu lot dengan frekuensi transaksi mencapai 864 kali.
Arus dana asing pada perdagangan terakhir menunjukkan tekanan jual. Data perdagangan mencatat foreign buy sekitar Rp17,92 juta, sementara foreign sell mencapai Rp20,25 juta sehingga net foreign kembali negatif sekitar Rp2,33 juta.
Jika ditarik dalam empat hari perdagangan terakhir, saham ASLC terlihat masih bergerak dalam fase tarik-ulur. Masuknya sentimen dividen belum sepenuhnya mampu mengangkat momentum harga karena pasar masih cenderung berhati-hati terhadap saham lapis menengah sektor otomotif.
Namun biasanya saham dengan agenda dividen mulai menarik perhatian mendekati periode cum date, terutama jika likuiditas transaksi mulai meningkat. Karena itu, arah pergerakan ASLC dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih akan dipengaruhi kombinasi sentimen dividen dan pergerakan dana asing di pasar.(*)