Logo
>

BCA Syariah Tumbuh dan Perluas Inklusi, Pembiayaan dan UMKM Jadi Motor Penggerak

BCA Syariah catat pembiayaan Rp10,7 triliun dan DPK Rp13,1 triliun, dengan UMKM dan pembiayaan berkelanjutan jadi pendorong.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
BCA Syariah Tumbuh dan Perluas Inklusi, Pembiayaan dan UMKM Jadi Motor Penggerak
BCA Syariah tumbuh dengan pembiayaan Rp10,7 triliun dan DPK Rp13,1 triliun, didorong UMKM dan pembiayaan berkelanjutan. Foto: Dok. BCA Syariah

KABARBURSA.COM — PT Bank BCA Syariah menunjukkan ekspansi bisnis yang konsisten sepanjang 2024 karena ditopang pertumbuhan pembiayaan dan penghimpunan dana masyarakat. Di saat yang sama, bank ini juga memperluas jangkauan inklusi keuangan melalui pembiayaan berkelanjutan dan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Berdasarkan laporan Sustainability BCA Syariah 2024, dari sisi kinerja ekonomi, pembiayaan BCA Syariah tercatat mencapai Rp10,7 triliun, meningkat dari Rp9,0 triliun pada 2023 dan Rp7,5 triliun pada 2022. Kenaikan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp13,1 triliun, naik dari Rp10,9 triliun pada 2023 dan Rp9,4 triliun pada 2022.

Pendapatan operasional bank juga meningkat menjadi Rp738,1 miliar, dibandingkan Rp658,3 miliar pada 2023 dan Rp588,4 miliar pada 2022. Setelah distribusi bagi hasil, imbalan, dan bonus, pendapatan tercatat sebesar Rp688,9 miliar, naik dari Rp613,8 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bersih tumbuh menjadi Rp183,7 miliar dari Rp153,8 miliar pada 2023 dan Rp117,6 miliar pada 2022. Kinerja ini menunjukkan ekspansi yang berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan dan profitabilitas.

Struktur pembiayaan masih didominasi skema berbasis bagi hasil. Pembiayaan mudharabah tercatat sebesar Rp868,5 miliar, meningkat dari Rp760,3 miliar, sementara pembiayaan musyarakah mencapai Rp6,9 triliun dari sebelumnya Rp5,9 triliun. Secara total, pembiayaan berbasis bagi hasil mencapai Rp7,8 triliun, naik dari Rp6,7 triliun pada 2023.

Di sisi keberlanjutan, pembiayaan yang memenuhi kriteria kegiatan usaha berkelanjutan (KUB) tercatat sebesar Rp2,8 triliun, meningkat dari Rp2,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pembiayaan kategori ramah lingkungan (KUBL) mencapai Rp1,0 triliun, naik dari Rp894,0 miliar.

Sementara itu, pembiayaan ke sektor UMKM tercatat sebesar Rp1,8 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp1,8 triliun pada 2023 dan meningkat dari Rp1,7 triliun pada 2022. Data ini menunjukkan peran UMKM sebagai salah satu fokus pembiayaan yang tetap dijaga dalam portofolio bank.

Namun, secara proporsi, porsi pembiayaan berkelanjutan terhadap total pembiayaan mengalami penurunan menjadi 26,4 persen, dibandingkan 30,1 persen pada 2023 dan 34,2 persen pada 2022. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan total pembiayaan yang lebih cepat.

Dari aspek sosial, BCA Syariah mencatat peningkatan aktivitas pengembangan sumber daya manusia dan inklusi. Total jam pelatihan karyawan melonjak menjadi 171.747 jam dari 71.904 jam pada 2023 dan 27.098 jam pada 2022.

Komposisi perempuan dalam manajemen juga menunjukkan keterlibatan yang signifikan. Perempuan menduduki 60 persen posisi direktur, sementara pada level pejabat eksekutif mencapai 46,2 persen. Secara keseluruhan, proporsi karyawan perempuan berada di level 50,9 persen.

Di sisi layanan, tingkat penyelesaian keluhan nasabah tercatat sebesar 98,3 persen, sementara seluruh pengaduan whistleblowing telah diselesaikan atau mencapai 100 persen. Indeks kepuasan nasabah berada di level 79,23, dengan skor service excellence sebesar 85,78.

Kegiatan literasi dan inklusi keuangan juga meningkat, dengan jumlah peserta mencapai 38.410 orang dari 13.693 pada tahun sebelumnya. Jumlah kegiatan edukasi tercatat sebanyak 72 aktivitas, naik dari 54 kegiatan pada 2023.

Dari aspek lingkungan, aktivitas operasional menunjukkan peningkatan seiring ekspansi bisnis. Emisi gas rumah kaca (GRK) tercatat sebesar 1.391 ton CO2 ekuivalen, meningkat dari 792 ton pada 2023 dan 435 ton pada 2022.

Penggunaan energi listrik juga naik menjadi 1,61 juta kWh dari 977 ribu kWh pada tahun sebelumnya, sementara konsumsi air meningkat menjadi 4.192 meter kubik dari 3.072 meter kubik. Di sisi lain, intensitas penggunaan listrik per meter persegi tercatat sebesar 129,8 kWh/m2, turun dari 166,1 kWh/m2 pada 2023.

Penggunaan kertas di kantor pusat tercatat sebesar 3,3 ton, lebih rendah dibandingkan 5,7 ton pada tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi dana kegiatan tanggung jawab lingkungan tercatat sebesar Rp123,1 juta.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas operasional serta perluasan jangkauan layanan. Dalam waktu yang sama, pembiayaan berkelanjutan dan inklusi keuangan tetap menjadi bagian dari struktur bisnis yang terus dikembangkan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).