KABARBURSA.COM – Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mulai kembali ramai diperhatikan pasar. Sebabnya, setelah bergerak cukup lama dalam fase konsolidasi, MAPA akhirnya ditutup menguat 5,60 persen ke level 660 pada perdagangan akhir pekan, 8 Mei 2026.
MAPA menjadi salah satu saham ritel yang mulai menunjukkan pergerakan berbeda dibanding pekan-pekan sebelumnya. Dan kenaikan kali ini tidak transaksi. Nilai perdagangan mencapai Rp51,9 miliar dengan volume sekitar 799,15 ribu lot, dan frekuensi transaksi sebanyak 4.248 kali.
Tekanan beli juga terlihat cukup dominan sepanjang perdagangan. Foreign buy tercatat mencapai Rp43,1 miliar, jauh lebih besar dibanding foreign sell yang berada di level Rp10,9 miliar.
Secara intraday, MAPA sempat bergerak dari level pembukaan 630 hingga menyentuh high 665 sebelum akhirnya ditutup di 660. Average price perdagangan berada di level 650, menunjukkan mayoritas transaksi mulai bergerak naik dibanding harga pembukaan.
Antrean Bid Tebal, Tekanan Jual Menumpuk di Area 660-680
Di orderbook, antrean bid terlihat cukup tebal di area 650–655. Pada level 650 terdapat antrean beli sekitar 41.609 lot, sementara di 655 terdapat 8.946 lot bid.
Namun di sisi atas, tekanan jual mulai terlihat menumpuk di area 660 hingga 680, menandakan pelaku pasar masih melakukan distribusi jangka pendek ketika harga naik.
Kondisi tersebut membuat penguatan MAPA belum sepenuhnya lepas. Secara teknikal, saham ini masih tertahan oleh cluster MA60 dan MA200 yang menjadi area resistance penting dalam jangka menengah.
Meski begitu, pola pergerakan mulai menunjukkan perubahan. MNC Sekuritas memperkirakan posisi MAPA saat ini sedang berada pada bagian awal wave [iii] dari wave 3 pada label hitam atau wave (E) triangle pada label merah.
Jika skenario tersebut berjalan, MAPA berpotensi memasuki fase penguatan lanjutan setelah cukup lama bergerak dalam pola sideways. Area 625 hingga 645 kini menjadi zona buy on weakness yang dinilai cukup menarik untuk dicermati trader.
Target kenaikan jangka pendek berada di level 695 hingga 725. Sementara area 605 menjadi batas stoploss penting yang perlu dijaga agar momentum penguatan tidak kembali gagal.
Konsensus Analis
Menariknya, optimisme teknikal ini sejalan dengan konsensus analis. Dari 11 analis yang memantau MAPA, seluruhnya memberikan rekomendasi buy tanpa satu pun rekomendasi hold maupun sell.
Konsensus tersebut membuat MAPA menjadi salah satu saham dengan tingkat keyakinan analis yang cukup tinggi di sektor ritel. Rata-rata target harga analis berada di level Rp936, dengan estimasi tertinggi Rp1.050 dan estimasi terendah Rp800.
Jika dibanding harga terakhir di Rp660, target konsensus rata-rata masih memberi potensi kenaikan sekitar 41,8 persen. Bahkan target tertinggi membuka ruang upside lebih dari 59 persen.
Dari sisi fundamental, konsensus pasar juga masih melihat pertumbuhan MAPA berlanjut dalam dua tahun ke depan. Pendapatan 2026 diproyeksikan naik menjadi Rp22,04 triliun dari Rp19,28 triliun pada 2025.
Laba bersih diperkirakan meningkat dari Rp1,72 triliun menjadi Rp1,84 triliun pada 2026 dan kembali naik ke Rp2,16 triliun pada 2027. EPS juga diperkirakan tumbuh dari 60,37 menjadi 74,22 dalam dua tahun mendatang.
Kombinasi antara mulai masuknya volume beli, foreign buy yang membesar, serta konsensus analis yang masih agresif membuat MAPA mulai kembali masuk radar pelaku pasar. Namun selama saham belum benar-benar lepas dari area MA60 dan MA200, pergerakannya masih berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek.
Untuk strategi perdagangan, pendekatan buy on weakness masih dinilai lebih aman dibanding mengejar kenaikan ketika harga mulai memanas. Area 625–645 menjadi titik yang paling menarik diperhatikan selama support 605 masih bertahan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.