KABARBURSA.COM – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) kembali membawa cerita pertumbuhan yang cukup tebal pada awal 2026. Setelah kinerja kuartal I bergerak solid, manajemen langsung merevisi naik target pendapatan setahun penuh, dari sebelumnya 10–15 persen menjadi 15–20 persen secara tahunan.
Penguatan datang dari pemulihan kuat segmen dairy. Dalam paparan earnings call 1Q26, pendapatan segmen dairy disebut tumbuh 52 persen secara tahunan, dan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II 2022.
Pemulihan ini juga menandai kenaikan beruntun selama tiga kuartal, setelah sebelumnya hanya tumbuh 14 persen pada kuartal IV dan III 2025, serta 3 persen pada kuartal II 2025.
Segmen consumer foods juga masih bertahan dengan pertumbuhan 15 persen secara tahunan. Lajunya memang lebih normal dibanding 2025 yang tumbuh 29 persen, tetapi manajemen membaca normalisasi itu terjadi karena konsumsi rumah mulai bergeser lagi ke aktivitas luar rumah.
Dari sisi margin, CMRY juga menaikkan panduan margin laba kotor menjadi 42–44 persen dari sebelumnya 40–44 persen. Pada kuartal I 2026, margin laba kotor berada di 43,2 persen, turun dari 44,5 persen pada kuartal I 2025 dan 44,9 persen pada kuartal IV 2025.
Tekanan berasal dari kenaikan harga whole milk powder, daging sapi, ayam, biaya kemasan, serta pelemahan rupiah.
Namun tekanan itu belum sampai merusak cerita profitabilitas. Margin laba usaha hanya turun tipis ke 20,2 persen dari 20,7 persen pada kuartal I 2025. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan pendapatan masih lebih kencang dibanding kenaikan beban operasional.
Di sisi kepemilikan saham, struktur CMRY per akhir April 2026 relatif tidak berubah pada pemegang saham utama. Bambang Sutantio tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan 4,25 miliar saham atau 53,56 persen.
Farell Grandisuri menggenggam 608,55 juta saham atau 7,67 persen, Wenzel Sutantio 561,80 juta saham atau 7,08 persen, Axel Sutantio 537 juta saham atau 6,77 persen, dan HSBC WSB S/A General Atlantic Singapore CMR Pte Ltd 447,77 juta saham atau 5,64 persen .
Bagian yang berubah justru ada pada basis publik dan free float. Jumlah pemegang saham CMRY naik dari 6.511 investor pada Maret 2026 menjadi 6.939 investor per April 2026, bertambah 428 pemegang saham.
Free float juga naik dari 1,42 miliar saham atau 17,94 persen menjadi 1,46 miliar saham atau 18,51 persen dari total 7,93 miliar saham tercatat .
Stockbit Sekuritas membaca kinerja CMRY secara positif. Evaluasi mereka bertumpu pada realisasi kuartal I 2026, pemulihan segmen dairy, ketahanan consumer foods, serta valuasi yang disebut atraktif.
Per 5 Mei 2026, CMRY diperdagangkan pada valuasi 15,5 kali, atau sekitar minus dua standar deviasi di bawah rata-rata historis lima tahun.
CMRY sedang membawa dua cerita sekaligus ke pasar. Cerita pertama datang dari operasional yang mulai pulih lebih kencang. Cerita kedua datang dari struktur saham yang sedikit lebih terbuka, saat jumlah pemegang saham bertambah dan porsi free float naik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.