KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk, berkode saham ANTM, di sesi pertama perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, menyita perhatian pasar. Kenaikan hampir 9 persen ke level 3.760 terjadi dengan struktur perdagangan yang rapi. Ke mana arah realistis saham Antam ke depan?
Minat beli langsung mendominasi sejak pembukaan di 3.490. Meski harga sempat turun ke area 3.480, tekanan tersebut tidak berkembang menjadi aksi jual berkelanjutan. Justru dari zona itu terlihat penyerapan yang konsisten hingga harga terdorong naik secara bertahap, menembus resistance demi resistance intraday, sebelum akhirnya ditutup kuat di 3.760.
Jejak koleksi asing terlihat dari karakter transaksinya. Volume yang mencapai lebih dari 5 juta lot dengan nilai hampir Rp1,9 triliun, tidak membuat harga melonjak secara ekstrem. Artinya, rata-rata ukuran transaksi relatif besar.
Orderbook juga memperlihatkan bid yang aktif dan bertahan di rentang 3.690 hingga 3.760. Seperti ada upaya menjaga harga agar tidak mudah kembali turun setelah reli.
Dari sisi teknikal, ANTM saat ini telah keluar dari fase konsolidasi menengah dan memasuki area breakout lanjutan. Level 3.500 yang sebelumnya menjadi batas psikologis dan teknikal, kini beralih fungsi menjadi area support baru.
Selama harga bertahan di atas zona tersebut, struktur tren naik tetap utuh. Ruang pergerakan berikutnya secara teknikal terbuka menuju area 3.900 hingga 4.000, yang menjadi target logis jangka pendek jika momentum tetap terjaga.
Menariknya, kenaikan harga saat ini juga membawa ANTM sedikit melampaui rata-rata target analis yang berada di kisaran 3.740. Kondisi ini tidak serta-merta menjadi sinyal jenuh beli, melainkan justru menunjukkan bahwa pasar mulai mendiskontokan skenario yang lebih optimistis dibanding konsensus lama.
Rentang estimasi analis yang lebar, dengan target atas hingga 5.600, memberi gambaran bahwa ruang repricing masih tersedia jika fundamental mendukung.
Secara fundamental, ekspektasi pertumbuhan kinerja menjadi latar yang menguatkan arus masuk dana asing. Konsensus memperkirakan pendapatan ANTM meningkat signifikan dari sekitar Rp69 triliun pada 2024 menjadi lebih dari Rp97 triliun pada 2025, dengan lonjakan laba bersih yang hampir dua kali lipat.
Kenaikan EPS ke atas 300 pada 2025 dan berlanjut pada 2026 menjadi daya tarik tersendiri bagi investor jangka menengah, terutama di tengah kembali menghangatnya sentimen logam dan baterai.
Dengan kombinasi arus asing yang mulai aktif, struktur teknikal yang mendukung, serta ekspektasi fundamental yang membaik, arah pergerakan ANTM ke depan lebih condong pada upaya menguji level psikologis berikutnya.
Selama aksi beli asing belum berubah menjadi distribusi dan harga mampu bertahan di atas support barunya, pergerakan saham ini lebih tepat dibaca sebagai fase lanjutan dari tren naik, bukan akhir dari reli.
Target yang sedang dikejar pasar bukan lagi sekadar kembali ke valuasi rata-rata analis, melainkan membuka jalan menuju area yang lebih tinggi seiring perubahan persepsi terhadap prospek ANTM.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.