Logo
>

Ganti Direksi, Saham Uni-Charm (UCID) Berpeluang Rebound?

Pergantian direksi UCID belum memicu respons pasar. Saham masih bergerak stagnan di tengah tren turun panjang, sementara investor menunggu arah dan strategi baru dari manajemen.

Ditulis oleh Yunila Wati
Ganti Direksi, Saham Uni-Charm (UCID) Berpeluang Rebound?
PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID). Foto: Dok Perusahaan.

KABARBURSA.COM – PT Uni-Charm Indonesia Tbk, berkode saham UCID, baru saja mengumumkan pergantian direksi. Aksi ini mengundang harapan besar bagi investor terkait peluang rebound saham.

Melalui laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bernomor 003/COR-SEC/UCID/I/2026, manajemen mengungkapkan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Presiden Direktur dan Wakil Presdir pada 31 Desember 2025.

Sekretaris Perusahaan Lusia A Nainggolan, menjelaskan bahwa pengunduran diri ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulasi OJK serta anggaran dasar Perseroan. Namun demikian, pengunduran diri tersebut belum efektif dalam waktu dekat.

Pergantian direksi ini berpengaruh pada pergerakan saham UCID pada Senin, 5 Januari 2026. Saham UCID bergerak stagnan di level 426 tanpa perubahan dari penutupan sebelumnya. Struktur bid-offer juga menunjukkan pasar yang cenderung seimbang namun pasif.

Antrean beli dan jual relatif tipis, frekuensi transaksi juga rendah. Tidak terlihat adanya lonjakan permintaan yang biasanya menyertai sentimen positif kuat, maupun tekanan jual agresif yang mencerminkan kepanikan. 

Jika ditarik ke perspektif yang lebih panjang, kondisi teknikal UCID justru memberi konteks yang lebih menentukan. Dalam satu tahun terakhir, saham ini telah terkoreksi lebih dari 43 persen, turun dari area 700-an menuju kisaran 420-an. 

Tren penurunan ini berlangsung bertahap dan konsisten, dengan volume yang relatif menurun. Minat investor terlihat begitu rendah, terutama untuk jangka menengah hingga panjang. Bahkan dalam tiga hingga enam bulan terakhir, UCID masih berada dalam fase downtrend lemah, meski tekanan jual ekstrem mulai mereda.

Area 420-420 jadi Zona Penopang

Secara teknikal, area 420–410 kini menjadi zona penopang jangka pendek yang cukup krusial. Harga beberapa kali bertahan di area ini tanpa menembus lebih dalam, menunjukkan adanya minat beli defensif. Namun di sisi lain, area 440–480 masih menjadi resistance yang berat.

Setiap upaya pemulihan sebelumnya kerap tertahan sebelum mampu membentuk tren naik baru. Dengan struktur seperti ini, ruang penguatan memang ada, tetapi masih sangat terbatas dan membutuhkan katalis yang lebih konkret.

Di sinilah isu pengunduran diri direksi perlu ditempatkan secara proporsional. Manajemen secara eksplisit menyatakan bahwa perubahan ini tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha. 

Selain itu, pengunduran diri belum efektif dan masih menunggu persetujuan RUPS, sementara alasan di baliknya belum diungkap. Ketidakjelasan ini membuat pasar cenderung berhati-hati. 

Tanpa narasi strategis yang jelas, misalnya perombakan manajemen untuk mendorong efisiensi atau perubahan arah bisnis, pergantian direksi lebih mudah dibaca sebagai isu administratif ketimbang katalis pertumbuhan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79