Logo
>

Harga Meledak Nyaris 1000 Persen: Segini Cuan Harimas dari IMPC

Pelepasan saham IMPC oleh Harimas dilakukan di tengah lonjakan harga hampir 1.000 persen sepanjang tahun, membuka fase transisi dari reli agresif menuju konsolidasi dengan free float yang lebih besar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Meledak Nyaris 1000 Persen: Segini Cuan Harimas dari IMPC
PT Impack Pratama Industri Tbk. Foto: Dok Perusahaan.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Harimas Tunggal Perkasa baru saja menuntaskan penjualan 411,50 juta saham PT Impack Pratama Industri Tbk, berkode emiten IMPC. Aksi ini menegaskan bahwa tahun ini menjadi tahun monetisasi bagi pemegang saham pengendali di tengah reli harga yang sudah sangat tajam sepanjang tahun.

    Adapun harga pelaksanaan divestasi di Rp3.160 per saham. Level ini terpaut 670 poin atau sekitar 17,5 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupann IMPC pada Rabu, 27 Desember, yang berada di level Rp3.830 per lembar.

    Walau begitu, Harimas berhasil mendapatkan dana segar sebesar Rp1,300 triliun. Kepemilikannya turun dari 36,35 persen menjadi 35,60 persen, atau berkurang sekitar 0,75 persen. Harimas belum kehilangan kendali atas IMPC.

    Menariknya, aksi divestasi ini terjadi di tengah performa harga IMPC yang luar biasa sepanjang 2025. Secara year to date, saham IMPC telah melonjak sekitar 937 persen, bahkan secara satu tahun penuh kenaikannya mendekati 1.000 persen. 

    Ini menempatkan IMPC dalam kategori saham multibagger, di mana investor yang masuk sejak awal tahun telah menikmati keuntungan berlipat ganda. Bahkan dalam rentang enam bulan, kenaikan di atas 1.100 persen mencerminkan reli yang sangat agresif dan jarang terjadi pada saham manufaktur berbasis plastik dan bahan bangunan.

    Namun, reli besar ini mulai menunjukkan dinamika yang lebih kompleks di level harian. Pada perdagangan terakhir, saham IMPC turun 2,54 persen ke level 3.840, dengan pergerakan intraday yang cukup lebar dari 3.810 hingga sempat menyentuh 4.010. 

    Tekanan jual ini muncul bersamaan dengan meningkatnya pasokan saham, baik dari divestasi pengendali maupun aksi ambil untung investor yang sudah menikmati kenaikan ratusan persen. Meski turun, harga masih bertahan di area tinggi, yang menandakan bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan minat.

    Data volume memperkuat gambaran tersebut. Total transaksi terakhir tercatat mencapai sekitar 56 ribu lot di sisi bid dan lebih dari 100 ribu lot di sisi offer, dengan nilai transaksi hampir Rp150 miliar. Angka ini menunjukkan likuiditas yang sangat aktif, bukan pasar yang sepi. 

    Frekuensi perdagangan yang tinggi mencerminkan adanya rotasi kepemilikan, di mana saham berpindah tangan dari investor lama ke investor baru, bukan ditinggalkan pasar.

    Secara kritikal, kombinasi antara divestasi Harimas dan lonjakan harga YTD memberi dua pesan yang bertolak belakang namun saling melengkapi. Bagi Harimas, ini adalah momen ideal untuk mengunci keuntungan setelah reli ekstrem, tanpa harus melepas kendali. 

    Bagi investor publik, ini adalah fase transisi, dari euforia reli ke fase konsolidasi yang lebih rasional. Diskon harga divestasi memang besar, tetapi tidak otomatis merusak struktur harga karena dilakukan di luar pasar reguler.

    Kesimpulannya, pelepasan saham IMPC oleh Harimas Tunggal Perkasa lebih tepat dibaca sebagai realisasi cuan di puncak siklus kenaikan, bukan sinyal pelemahan fundamental. 

    Investor yang masuk sejak awal 2025 telah menikmati keuntungan spektakuler, sementara pasar kini menguji apakah IMPC mampu mempertahankan valuasi tinggi tersebut seiring meningkatnya free float dan tekanan ambil untung yang mulai muncul.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79