Logo
>

INDY Bagi Dividen Rp10,25, Pendapatan 1Q26 Naik Tipis

INDY menetapkan dividen final USD3,01 juta atau sedikitnya Rp10,24875 per saham, sementara laba kuartal I 2026 naik ditopang margin kotor yang membaik.

Ditulis oleh Yunila Wati
INDY Bagi Dividen Rp10,25, Pendapatan 1Q26 Naik Tipis
INDY tetapkan pembagian dividen sebesar Rp10,25 per saham. Tapi, angka itu masih bisa berubah, mengikuti jumlah saham yang tercatat dan beredar saat recording date. (Foto: dok Indika Energy)

KABARBURSA.COM – PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali membagi dividen tunai di tengah kinerja kuartal pertama 2026 yang masih tumbuh. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan INDY menyetujui pembagian dividen tunai final sebesar USD3,01 juta, setara 50 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Nilai dividen itu setara sekurang-kurangnya Rp10,24875 per saham dengan kurs tengah Bank Indonesia pada 20 Mei 2026. Besaran per saham masih bisa berubah mengikuti jumlah saham tercatat dan beredar saat recording date, termasuk memperhitungkan saham treasuri yang dialihkan sebelum tanggal pencatatan.

Jadwalnya sudah dikunci. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Juni 2026, ex dividen pada 3 Juni 2026, recording date pada 4 Juni 2026, dan pembayaran dividen tunai dilakukan pada 19 Juni 2026.

Di luar agenda dividen, angka kuartal pertama INDY juga cukup menarik. Pendapatan dan penjualan naik tipis menjadi USD493,21 juta per Maret 2026, dari USD489,59 juta pada periode sama tahun lalu.

Kenaikan pendapatan memang tidak besar, tetapi beban pokok justru turun dari USD425,87 juta menjadi USD419,18 juta. Dari sini, laba bruto INDY terdongkrak menjadi USD74,02 juta, dibanding USD63,72 juta pada kuartal I 2025.

Efeknya langsung terasa ke bawah. Laba sebelum pajak INDY naik menjadi USD27,05 juta dari USD19,58 juta, sementara laba periode berjalan tumbuh menjadi USD13,59 juta dari USD10,15 juta.

Bagian laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan melonjak lebih tajam, dari USD2,89 juta menjadi USD7,02 juta. Ini yang membuat cerita INDY di kuartal pertama tidak sekadar soal pendapatan tipis naik, tetapi soal margin yang lebih enak dibaca pasar.

Dari neraca, total aset INDY per Maret 2026 naik menjadi USD2,98 miliar dari USD2,93 miliar pada akhir 2025. Kas dan setara kas juga naik menjadi USD494,54 juta dari USD488,21 juta.

Namun liabilitas ikut naik menjadi USD1,63 miliar dari USD1,58 miliar. Ekuitas INDY berada di USD1,35 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding USD1,34 miliar pada akhir 2025.

Jadi, cerita INDY kali ini punya dua wajah. Di satu sisi, emiten energi itu memberi sinyal distribusi hasil ke pemegang saham lewat dividen final. Di sisi lain, kinerja kuartal pertama menunjukkan laba tumbuh lebih kencang dibanding pendapatan, karena beban pokok turun dan margin bruto membaik.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79