Logo
>

MDKA Rebound di Tengah Tekanan, Sinyal Balik Arah Mulai Terbaca?

Harga menguat dengan dorongan volume beli di tengah fase teknikal yang belum pulih, disertai aksi divestasi direksi dan pelunasan obligasi Rp856 miliar.

Ditulis oleh Yunila Wati
MDKA Rebound di Tengah Tekanan, Sinyal Balik Arah Mulai Terbaca?
Di tengah aksi lepas saham yang dilakukan direktur, MDKA masih bisa bergerak naik. (Foto: dok Merdeka Copper Gold)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali menjadi perhatian setelah bergerak naik di tengah kombinasi sentimen teknikal dan aksi korporasi yang berjalan dalam waktu berdekatan. 

Di satu sisi, harga mulai menunjukkan pemulihan jangka pendek, namun di sisi lain terdapat sejumlah dinamika internal yang ikut membentuk arah pergerakan sahamnya.

Pada perdagangan terakhir, MDKA tercatat menguat 1,57 persen ke level 3.240 dengan dominasi volume pembelian yang masih terlihat di pasar. Kenaikan ini muncul setelah sebelumnya harga sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari, yang tercermin dari penurunan 5,31 persen dalam lima hari terakhir. 

Meski demikian, jika ditarik dalam horizon yang lebih panjang, saham ini justru masih mencatat kenaikan 22,58 persen dalam satu bulan. Artinya, tren jangka menengah masih menyisakan momentum.

Pembalikan Tren Belum Terjadi

Dalam kerangka teknikal yang digunakan MNC Sekuritas, posisi MDKA saat ini ditempatkan dalam fase wave 2 dari wave (C) atau alternatifnya wave B dari wave (B). Struktur ini menggambarkan bahwa pergerakan harga masih berada dalam fase koreksi sementara sebelum melanjutkan arah berikutnya dalam struktur gelombang yang lebih besar. 

Artinya, kenaikan yang terjadi belum sepenuhnya mencerminkan pembalikan tren, melainkan bagian dari proses pembentukan dasar harga.

Rentang buy on weakness di 3.110 hingga 3.200 menjadi area yang relevan jika melihat struktur pergerakan tersebut. Level ini berada dekat dengan area konsolidasi terbaru sekaligus menjadi zona yang berpotensi menjadi titik masuk saat tekanan harga kembali muncul. 

Sementara itu, batas bawah di 3.050 menjadi penentu utama apakah struktur teknikal masih terjaga atau justru berisiko berubah arah.

Target harga di 3.350 hingga 3.580 mencerminkan area resistensi terdekat yang dapat diuji jika momentum beli berlanjut. Namun, ruang kenaikan ini masih berada dalam kerangka jangka pendek, sejalan dengan posisi gelombang yang masih berada dalam fase korektif.

Direktur Lepas 95 Ribu Saham

Di luar pergerakan harga, aksi korporasi yang terjadi turut memberi lapisan tambahan terhadap dinamika saham ini. Direktur MDKA, Jason Laurence Greive, tercatat melepas 95.000 saham pada 5 Maret 2026 di harga Rp3.850 per saham. 

Transaksi ini menurunkan kepemilikan menjadi 483.200 saham dari sebelumnya 578.200 saham, dengan tujuan divestasi dan tanpa skema pembelian kembali.

Meski aksi ini mencerminkan adanya pelepasan saham oleh manajemen, porsi kepemilikan yang tersisa tetap sangat kecil, hanya sekitar 0,002 persen dari total saham beredar. Dengan skala tersebut, perubahan kepemilikan ini tidak menggeser struktur kontrol maupun hak suara secara signifikan.

Rp856 Miliar untuk Lunasi Obligasi

Di sisi lain, langkah MDKA dalam menyiapkan dana Rp856 miliar untuk melunasi obligasi berkelanjutan juga menjadi bagian dari dinamika keuangan perusahaan. Pelunasan pokok dan bunga obligasi seri tersebut dilakukan sebelum jatuh tempo pada awal Maret 2026, dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen per tahun. 

Langkah ini mencerminkan pengelolaan kewajiban yang berjalan sesuai jadwal, sekaligus menjaga profil utang tetap terkendali.

Kombinasi antara penguatan harga yang didorong volume beli, posisi teknikal yang masih berada dalam fase koreksi, serta aksi korporasi yang bersifat administratif dan terbatas secara struktural, memperlihatkan bahwa MDKA sedang berada dalam fase transisi. 

Pergerakan jangka pendek mulai menunjukkan pemulihan, tetapi arah berikutnya masih sangat bergantung pada kemampuan harga menjaga area support sekaligus menembus resistensi terdekat dalam struktur teknikalnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79