Logo
>

TINS Bullish, ke Sini Target Harga Selanjutnya

TINS masih berkonsolidasi di atas support kunci Rp3.300–3.400, dengan struktur higher low terjaga dan pasar menanti konfirmasi breakout di area Rp3.680.

Ditulis oleh Yunila Wati
TINS Bullish, ke Sini Target Harga Selanjutnya
Aktivitas PT Timah Tbk. Foto: Dok Perusahaan.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Perdagangan saham PT Timah Tbk, berkode emiten TINS, pada Rabu, 7 Januari 2026, berada dalam fase yang relatif konstruktif. Harga bertahan di level Rp3.520 pada timeframe harian. 

    Posisi ini mencerminkan proses konsolidasi yang masih sehat setelah reli kuat sebelumnya, dan bukan menjadi tanda pelemahan struktural. Pasar juga masih menjaga struktur tren naik dengan harga yang tidak kembali ke bawah area pivot utama, di kisaran Rp3.010. Pola higher low pun tetap terpelihara.

    Hari ini candle harian cukup bullish dan memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai berkurang karena pembeli masih cukup aktif mempertahankan area support. Volume yang relatif stabil memperkuat pembacaan ini, tidak ada lonjakan distribusi signifikan yang biasanya menandai akhir tren. 

    Selama harga mampu bertahan di atas zona Rp3.400 hingga Rp3.300, pergerakan saat ini lebih tepat dibaca sebagai fase jeda sebelum menentukan arah lanjutan. Area tersebut menjadi fondasi penting bagi kelanjutan tren. 

    Jika harga tetap bertahan di atasnya, skenario continuation masih terbuka, dengan fokus pasar tertuju pada area resistance terdekat di sekitar Rp3.680. Level ini bukan sekadar batas teknikal biasa, melainkan menjadi titik konfirmasi apakah kekuatan beli cukup besar untuk mendorong breakout lanjutan. 

    Penutupan harga di atas Rp3.680 akan memperkuat sinyal bahwa konsolidasi telah selesai dan tren naik siap berlanjut ke fase berikutnya.

    Di sisi lain, pergerakan harga yang kembali melemah namun masih bertahan di rentang Rp3.350–Rp3.450 tetap dapat dibaca sebagai pullback wajar dalam tren naik. Area ini berpotensi menjadi zona akumulasi ulang selama tidak ditembus secara signifikan ke bawah. 

    Selama tekanan jual tidak mendorong harga menembus Rp3.200 hingga Rp3.050, struktur tren besar masih relatif aman.

    Dengan struktur teknikal seperti ini, potensi pergerakan ke area target di Rp4.100 hingga Rp4.500 tetap relevan secara teknikal, terutama jika breakout di atas Rp3.680 terjadi dengan dukungan volume yang meningkat. 

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di bawah area Rp3.200 akan mengubah karakter pergerakan menjadi lebih defensif dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam.

    Secara keseluruhan, perdagangan TINS hari ini menguji kesabaran pasar di fase konsolidasi. Selama harga bergerak stabil di atas area support kunci dan belum menunjukkan tanda distribusi yang agresif, bias pergerakan masih condong ke arah lanjutan tren naik, dengan Rp3.680 sebagai level penentu arah berikutnya.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79