Logo
>

WINS Berikan Jaminan ke Bank Mandiri: Tak Sekadar Amankan Bisnis?

Jaminan kredit WINS untuk entitas patungan dibaca pasar sebagai sinyal ekspansi yang agresif, namun saham masih tertahan di fase konsolidasi dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.

Ditulis oleh Yunila Wati
WINS Berikan Jaminan ke Bank Mandiri: Tak Sekadar Amankan Bisnis?
Salah satu kapal yang dimiliki dan dikelola oleh PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). (Foto: Dok. Wintermar)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Aksi PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memberikan corporate guarantee dan deficit cash flow guarantee kepada Bank Mandiri dinilai tidak sekadar untuk mengamankan bisnis di masa mendatang. Ada hal lain yang tengah diperjuangkan, terutama jika melihat dari pergerakan sahamnya.

    Secara substansi, jaminan senilai USD3,20 juta yang diberikan WINS bersifat proporsional dengan kepemilikan 45 persen di perusahaan patungan PT Pulau Kelapa Perkasa. Dengan begitu, risiko finansialnya terukur dan tidak bersifat open-ended. Namun, dari sudut pandang pasar, langkah ini tetap membawa implikasi terhadap persepsi risiko jangka pendek.

    Dari sisi korporasi, pemberian jaminan ini bukan sekadar tindakan administratif. Kredit sebesar USD7,12 juta yang diterima entitas patungan menunjukkan bahwa WINS sedang menempatkan ekspansi pelayaran sebagai proyek yang benar-benar dijalankan, bukan sekadar rencana di atas kertas. 

    Penyertaan modal yang dilakukan sejak pengambilalihan saham pada November 2025, ditambah corporate guarantee, menandakan komitmen kuat untuk memastikan proyek ini bankable dan dapat beroperasi penuh. 

    Dalam konteks diversifikasi usaha, ini adalah langkah agresif namun masih rasional, karena sektor offshore dan marine service sangat bergantung pada akses pembiayaan.

    Namun, pasar cenderung membaca aksi jaminan seperti ini dengan kacamata kehati-hatian. Saham WINS pada perdagangan terakhir ditutup di 476, turun 2,86 persen dari hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi bukan dalam kondisi likuiditas sepi, melainkan di tengah nilai transaksi sekitar Rp3 miliar dan volume hampir 62 ribu lot. 

    Artinya, tekanan jual yang muncul bukan sekadar noise, melainkan refleksi dari investor yang mulai menimbang ulang risiko ekspansi terhadap neraca induk.

    Jika dilihat dari grafik harian, struktur harga WINS masih berada dalam tren naik menengah, tetapi momentum jangka pendek jelas melemah. Setelah sempat menyentuh area 520–530, saham mengalami koreksi dan kini bergerak di bawah area psikologis 500. 

    Candlestick terakhir yang merah dengan body cukup tebal menunjukkan bahwa seller masih dominan, meski belum masuk fase breakdown struktural. Selama area 460–470 masih bertahan, koreksi ini lebih tepat dibaca sebagai konsolidasi setelah reli, bukan pembalikan tren.

    Order book memperkuat pembacaan tersebut. Di sisi bid, antrean terbesar terlihat di level 468 hingga 472 dengan total ribuan lot, menunjukkan adanya demand yang bersedia menyerap di area bawah. Namun, di sisi offer, lapisan jual di 480 hingga 490 relatif tebal dan berjenjang. 

    Kondisi ini menciptakan tekanan asimetris ke atas, di mana setiap kenaikan cepat langsung bertemu pasokan. Pola seperti ini biasanya menandakan fase distribusi ringan atau setidaknya fase wait and see, bukan fase akumulasi agresif.

    Dari perspektif “chartbit” atau pembacaan mikrostruktur, arah WINS ke depan sangat ditentukan oleh dua hal. Pertama, apakah pasar melihat ekspansi melalui PT Pulau Kelapa Perkasa sebagai katalis pendapatan yang jelas dan terukur, atau justru sebagai tambahan risiko leverage terselubung lewat jaminan induk. 

    Kedua, apakah volume ke depan mulai mengecil seiring konsolidasi harga, yang menandakan tekanan jual mulai mereda, atau justru membesar saat harga melemah, yang bisa menjadi sinyal distribusi lanjutan.

    Secara kritikal, aksi WINS ini bersifat jangka menengah hingga panjang. Corporate guarantee tidak langsung menggerus kas, tetapi menempatkan reputasi dan neraca sebagai penyangga proyek patungan. 

    Pasar saham, yang cenderung sensitif terhadap risiko kontinjensi, bereaksi dengan koreksi wajar. Selama tidak ada eskalasi kewajiban atau indikasi tekanan arus kas di induk, reaksi negatif ini kemungkinan bersifat sementara.

    Kesimpulannya, aksi WINS lebih mencerminkan fase investasi dan ekspansi bisnis, bukan tekanan likuiditas. Namun, secara teknikal dan mikrostruktur, saham sedang berada di fase uji kesabaran. Selama bid di area 460–470 tetap terjaga dan volume tidak meledak di sisi jual, WINS masih berpeluang membangun basis baru sebelum menentukan arah berikutnya. 

    Pasar saat ini tidak menolak cerita ekspansi WINS, tetapi juga belum sepenuhnya siap membayar premi risiko tambahan.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79