Logo
>

LinkUMKM BRI Perluas Akses Pelatihan dan Pasar UMKM

Sejak diluncurkan 2021, LinkUMKM BRI telah dimanfaatkan hampir 15 juta UMKM untuk pelatihan digital, pendampingan usaha, dan perluasan pasar.

Ditulis oleh Harun Rasyid
LinkUMKM BRI Perluas Akses Pelatihan dan Pasar UMKM
BRI perkuat digitalisasi UMKM lewat LinkUMKM. Berikut daftar layanan untuk pengembangan bisnis UMKM. Foto: dok. BRI

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat transformasi dan pemberdayaan UMKM melalui platform digital LinkUMKM.

    Sejak diluncurkan pada 2021, platform ini menjadi penghubung pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di berbagai daerah untuk mengakses pelatihan usaha berbasis digital.

    Pelatihan berbasis digital yang diberikan BRI, akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata para pelaku usaha di lapangan.

    Hingga akhir 2025, sudah lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM yang telah memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana pendampingan usaha daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

    Diketahui, LinkUMKM saat ini menghadirkan enam fitur terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta Register NIB untuk mendukung aspek administrasi dan legalitas usaha.

    Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM dirancang untuk membantu para pelaku usaha  mengakses informasi pasar,  sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.

    “LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas," ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 27 Januari 2026.

    Perseroan berkode saham BBRI ini berharap, platform tersebut dapat dimaksimalkan serta membantu pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan.

    Lebih rinci lagi, fitur UMKM Smart membantu pelaku usaha untuk dapat melakukan Self-Assessment Naik Kelas berbasis sistem scoring digital untuk mengukur kapasitas bisnis.

    Fitur UMKM Smart terhubung dengan Coaching Clinic yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.

    Berdasarkan hasil asesmen, pelaku usaha juga akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai kelas bisnis, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

    Saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran yang mencakup penguatan soft skill dan hard skill.

    Selain peningkatan kapasitas, LinkUMKM dari BRI juga menghadirkan UMKM Media yang menyajikan informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan bagi pelaku usaha mikro.

    Untuk mendorong perluasan pasar, BRI turut menyediakan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.

    Ekosistem LinkUMKM diperkuat dengan jaringan Rumah BUMN sebagai pusat pendampingan usaha di berbagai daerah. Sementara itu, fitur Komunitas menjadi ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM.

     

    Komitmen bantu UMKM naik kelas, BRI andalkan platform digital LinkUMKM dengan sederet fitur pengembangan bisnis. Foto: dok. BRI

     

    Melalui pengembangan LinkUMKM, BRI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem UMKM berbasis digital yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Informasi lebih lanjut mengenai pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui LinkUMKM dapat diakses di linkumkm.id atau download versi mobile apps di Playstore. (info-bks/*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.