KABARBURSA.COM - PT. PLN (Persero) akan membangun 2 EV Charging Hub Station di tahun 2025 sebagai etalase infrastuktur ekosistem kendaraan listrik yang menyeluruh untuk meyakinkan pengguna EV agar bekendara secara aman dan nyaman.
VP Perencanaan Produk Niaga PLN, Rudiana Nurhadian, mengungkapkan bahwa branding untuk Hub Station yang akan dibangun oleh PLN adalah SPKLU Center. "Saat ini kami sedang melakukan assesmen terhadap beberapa lokasi yang potensial, karena memang kami membutuhkan lahan yang cukup besar dan kami akan menempatkan charging point yang cukup banyak," ujarnya dalam acara Kabar Bursa Economic Insight 2025 Greenomic Indonesia: Challanges in Banking, Energy Transition, and Net Zero Emissions, di Jakarta, 28 Februari 2025. Beberapa hari lalu.
Rudiana juga menyebutkan bahwa PLN tidak hanya fokus pada penentuan lokasi tetapi juga membuka peluang kerjasama dengan mitra penyedia charger. "Kami sudah melakukan penjejakan dengan beberapa mitra penyedia charger untuk bisa ikut kolaborasi dalam pembangunan SPKLU Center," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa secara sistem, penyediaan SPKLU sudah siap, namun tantangan terbesar saat ini adalah menentukan lokasi yang tepat dan menyiapkan charger. "Kami sudah menandai beberapa lokasi potensial, seperti di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, serta di beberapa rest area juga sudah ada potensi yang akan kami bangun SPKLU Center, Kemudian di Bali, di Bali itu ada beberapa lokasi karena memang banyak event di situ," jelas Rudiana.
Rudiana mengungkapkan bahwa Januari 2025, PLN telah membangun 3.400 untuk SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kami menargetkan untuk membangun 5.800 unit SPKLU pada tahun 2025 untuk memenuhi road map, yang artinya ada gap 2.400 yang harus kita bangun di 2024," katanya.
PLN juga akan bekerja sama dengan mitra melalui skema partnership untuk mempercepat pembangunan ini. Rudiana menggarisbawahi bahwa PLN juga terus berinovasi dalam sistem untuk mengatasi meningkatnya permintaan. "Kami terus upgrade fitur-fitur dalam dalam sistem, termasuk peningkatan kemampuan untuk menangani trafik yang semakin tinggi," tambahnya.
Lonjakan Mobilitas Kendaraan Listrik
PT PLN (Persero) telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan mobilitas kendaraan listrik (EV) selama musim mudik Lebaran 2025. Diperkirakan jumlah kendaraan listrik yang melakukan perjalanan akan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
VP Perencanaan Produk Niaga PLN, Rudiana Nurhadian, mengungkapkan bahwa pada libur besar Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 kemarin, terdapat sekitar 15.000 kendaraan listrik yang melakukan perjalanan. Tahun ini, jumlahnya diprediksi mencapai 30.000 unit. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN telah menyiapkan 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik, baik di jalan tol maupun jalur non-tol.
"Jumlah SPKLU yang kami siapkan ini dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dari 1.000 unit tersebut, sebanyak 330 SPKLU berada di jalan tol, sementara sisanya tersebar di jalur-jalur mudik," ujar Rudiana usai menghadiri Kabar Bursa Economic Insight (KEI) 2025, dengan tema Greenomic Indonesia: Challenges in Banking, Energy Transition, and Net Zero Emissions di Jakarta, Rabu 26 Februari 2025.
Pengembangan SPKLU Center
PLN juga tengah mengembangkan SPKLU Center atau hub station sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik. Proyek ini bertujuan menyediakan area pengisian daya yang lebih besar dengan kapasitas lebih banyak.
"Saat ini kami sedang melakukan asesmen lokasi yang potensial. Tantangannya adalah ketersediaan lahan yang cukup luas untuk menampung beberapa charging point sekaligus," jelas Rudiana.
Selain itu, PLN membuka peluang kerja sama dengan mitra penyedia charger untuk berkolaborasi dalam pembangunan SPKLU Center. Beberapa lokasi potensial yang sedang dikaji meliputi kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, rest area jalan tol, serta Bali yang menjadi pusat berbagai event internasional.
Per Desember 2024, PLN telah membangun sekitar 3.200 SPKLU di seluruh Indonesia, dan pada Januari 2025 jumlahnya meningkat menjadi 3.400 unit. Sesuai roadmap, PLN menargetkan total 5.800 SPKLU pada akhir 2025, sehingga masih ada gap 2.400 unit yang harus dibangun dalam tahun ini.
"PLN akan membangun SPKLU ini sendiri maupun melalui skema kerja sama dengan mitra," tambahnya.
Selain pengembangan infrastruktur fisik, PLN juga melakukan inovasi teknologi, termasuk peningkatan sistem dan fitur dalam jaringan SPKLU guna mengantisipasi lonjakan pengguna kendaraan listrik.
"Kami meningkatkan fitur trafik dan memperkuat sistem agar mampu menangani jumlah pengguna yang semakin banyak. Kolaborasi dengan mitra juga terus kami perkuat untuk memastikan kebutuhan SPKLU terpenuhi," ujar Rudiana. (*)