KABARBURSA.COM – PT Bundamedik Tbk atau BMHS memulai pembangunan jembatan penghubung atau skybridge yang akan menghubungkan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun ekosistem layanan kesehatan keluarga yang lebih terintegrasi, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi mobilitas di lingkungan rumah sakit.
Pembangunan skybridge tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Rabu, 10 Juni 2026. Melalui fasilitas penghubung ini, BMHS menargetkan seluruh layanan unggulan yang berada di kedua rumah sakit dapat terintegrasi dalam satu alur pelayanan yang lebih efisien. Kehadiran skybridge juga diharapkan memudahkan perpindahan pasien, tenaga medis, maupun tenaga penunjang tanpa harus keluar dari area rumah sakit.
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan pembangunan skybridge merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memastikan seluruh layanan yang telah dibangun selama lebih dari lima dekade dapat berjalan secara terintegrasi.
"Skybridge ini adalah cerminan dari bagaimana kami memandang pertumbuhan, bukan hanya soal menambah fasilitas baru, tetapi memastikan seluruh layanan yang sudah kami bangun selama lebih dari 50 tahun dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh dan pada akhirnya berpusat pada kebutuhan pasien," ujar Ivan di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Rumah Sakit Bunda memiliki hubungan historis yang kuat dengan masyarakat Jakarta. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelayanan melalui pembangunan skybridge diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga yang memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut.
"Mudah-mudahan dengan adanya jembatan penghubung ini, Rumah Sakit Bunda dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sehingga kualitas kehidupan di Jakarta menjadi jauh lebih baik," kata Pramono.
Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono menjelaskan pembangunan skybridge merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan BMHS untuk memperkuat integrasi operasional dan layanan kesehatan yang dimiliki grup.
"Skybridge adalah bagian dari peta jalan pertumbuhan BMHS yang lebih besar, memperkuat pondasi operasional kami agar seluruh layanan unggulan, dari neonatal hingga bedah robotik, dapat tumbuh dalam ekosistem yang benar-benar terintegrasi. Ini adalah komitmen kami bahwa standar klinis yang tinggi harus selalu berjalan seiring dengan integrasi layanan hingga peningkatan standar kualitas keselamatan pasien. Komitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi keluarga Indonesia ini selaras dengan semangat RS Bunda Jakarta All Life, All Care, Because Family Matters," ujar Agus.
Pembangunan jembatan penghubung tersebut juga diharapkan memperkuat akses pasien terhadap berbagai layanan unggulan yang selama ini berada di dua fasilitas yang terpisah secara fisik. Di bidang neonatal, RSIA Bunda Jakarta dikenal sebagai salah satu pusat rujukan nasional dengan fasilitas 14 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang menangani ratusan bayi berisiko tinggi setiap tahun.
Layanan tersebut didukung tim dokter subspesialis neonatologi serta penerapan program Family Integrated Care (FICare), sebuah pendekatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam proses perawatan bayi prematur. Sementara itu, BMHS melalui RS Bunda Group juga dikenal sebagai pelopor layanan bedah robotik di Indonesia. Sejak 2012, grup rumah sakit tersebut telah menangani lebih dari 900 tindakan robotic surgery.
Dengan terhubungnya RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta melalui skybridge, akses menuju layanan neonatal maupun bedah robotik diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan terkoordinasi. BMHS menilai integrasi fisik kedua rumah sakit tersebut akan mendukung terciptanya pengalaman perawatan yang lebih nyaman bagi pasien dan keluarga, sekaligus memperkuat standar keselamatan dan kualitas layanan kesehatan yang diberikan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.