KABARBURSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen dibanding tahun sebelumnya.
BPS menyampaikan pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 9,10 persen; serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,78 persen.
"Sementara itu, industri pengolahan; serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen," tulis BPS dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.
Adapun, struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,17 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,10 persen; konstruksi sebesar 9,83 persen; serta pertambangan dan penggalian sebesar 8,75 persen.
"Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen," jelas BPS.
Selama tahun 2025, BPS menyebut kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c).
Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen), serta Maluku dan Papua (2,69 persen).
Sementara itu, ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen).
Sedangkan, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.
Di sisi lain, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (yoy).
Dari sisi produksi, BPS menyampaikan lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen.
"Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen," terang BPS. (*)