KABARBURSA.COM - Pasar saham Inggris menguat tajam dan menembus rekor tertinggi pada Jumat dinihari WIB, 11 Juli 2025, ditopang oleh reli saham sektor pertambangan dan perawatan kesehatan.
Kinerja impresif ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Inggris, sekaligus menunjukkan ketahanan pasar terhadap ketegangan dagang global yang kembali mencuat.
Indeks FTSE 100, yang didominasi oleh emiten sektor komoditas dan global blue chips, melonjak 1,23 persen atau 108,64 poin ke level 8.975,66. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah penutupan FTSE, melampaui puncak sebelumnya yang dicapai pada Maret lalu.
Analis pasar menilai penguatan ini tak lepas dari arus modal baru yang masuk ke aset Inggris.
"Banyak investor institusional dan ekuitas swasta kembali melirik aset-aset Inggris. Ini menunjukkan keyakinan bahwa valuasi saham-saham di London masih sangat menarik," kata analis di Hargreaves Lansdown Susannah Streeter.
Streeter juga mencatat bahwa kesepakatan dagang awal yang dicapai antara Inggris dan Amerika Serikat memberi dorongan tambahan bagi sentimen pasar, di tengah meningkatnya ketegangan dagang secara global.
Sektor komoditas menjadi penyumbang terbesar bagi reli FTSE 100. Lonjakan harga bijih besi, serta kenaikan logam industri seperti aluminium dan nikel, mendorong indeks saham pertambangan Inggris melonjak 3,7 persen dalam sehari.
Tak hanya itu, perusahaan tambang logam mulia juga ikut terdongkrak seiring penguatan harga emas global, yang dipicu pelemahan dolar AS.
Sektor perawatan kesehatan ikut menyumbang tenaga positif. Saham perusahaan farmasi besar seperti AstraZeneca dan GSK masing-masing menguat 2,6 persen dan 2,1 persen.
Para pelaku pasar tampak memilih fokus pada fundamental sektor kesehatan ketimbang potensi ancaman tarif 200 persen yang dilontarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap produk farmasi.
Dari sisi geopolitik, sentimen turut mendapat dukungan setelah AS dan Uni Eropa melaporkan kemajuan dalam pembicaraan dagang bilateral. Pejabat dari kedua pihak mengindikasikan bahwa kesepakatan perdagangan baru bisa tercapai dalam beberapa hari mendatang.
Dengan tambahan penguatan hari ini, indeks FTSE 100 kini mencatat kenaikan 9,8 persen sepanjang tahun berjalan. Capaian tersebut mengungguli kenaikan indeks STOXX 600 Eropa sebesar 8,9 persen dan bahkan melampaui performa indeks S&P 500 di AS yang naik 6,7 persen.
Pasar Saham Eropa Bervariasi
Di sisi lain, kinerja pasar saham Eropa bervariasi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,54 persen, sementara CAC 40 Prancis menguat 0,30 persen. Namun, indeks DAX Jerman terkoreksi 0,38 persen, seiring pelemahan sektor manufaktur dan industri berat.
Untuk saham individual, WPP sempat menguat 1,1 persen setelah sebelumnya anjlok hampir 19 persen pada sesi sebelumnya. Rebound ini dipicu oleh penunjukan Cindy Rose sebagai CEO baru perusahaan tersebut.
Di sektor manajemen aset, Jupiter Fund Management melonjak hingga 10,7 persen usai mengumumkan akuisisi terhadap CCLA Investment Manager, sebagai bagian dari langkah konsolidasi di industri manajer investasi.
Di tengah ketidakpastian global, bursa Inggris justru menunjukkan kekuatan dan kepercayaan diri. Selama didukung oleh harga komoditas yang stabil, sektor kesehatan yang defensif, dan kemajuan diplomatik, pasar tampaknya masih punya cukup bahan bakar untuk mempertahankan momentumnya.(*)