KABARBURSA.COM – Pemerintah mendorong pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi sebagai penggerak ekonomi lokal. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pengembangan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur.
“Kami ingin memberikan dukungan penuh melalui sinergi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Transmigrasi, karena banyak kawasan transmigrasi memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar AHY dalam siaran pers dikutip, Minggu, 26 April 2026.
Menurut AHY, konektivitas fisik dan digital menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata di berbagai daerah. Dengan dukungan tersebut, pengembangan desa wisata diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Sejalan dengan itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi.
“Kami siap berkolaborasi secara aktif dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi lokal, khususnya desa wisata di kawasan transmigrasi,” kata Iftitah.
Ia menambahkan, banyak desa di kawasan transmigrasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Pengembangannya akan disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas.
“Pariwisata sangat berkaitan dengan konektivitas dan infrastruktur. Karena itu, pengembangannya akan mengikuti arahan kebijakan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini ditopang oleh lebih dari 2.000 desa pesisir yang mengembangkan wisata berbasis alam. Sebagian di antaranya berada di kawasan transmigrasi.
“Kita memiliki banyak desa wisata di wilayah transmigrasi. Kolaborasi perlu diperkuat agar pengembangan wisata berbasis alam bisa berjalan optimal,” kata Ni Luh.
Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 hingga 17 juta pada 2026. Target ini meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 15,4 juta kunjungan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menilai penguatan desa wisata menjadi salah satu strategi utama. Dukungan infrastruktur dinilai penting untuk meningkatkan aksesibilitas sekaligus memperkuat daya tarik destinasi.
Kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Pariwisata diharapkan mampu mempercepat pengembangan desa transmigrasi menjadi destinasi unggulan.
Selain menarik wisatawan, langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.(*)