Logo
>

Harga Emas Anjlok di Tengah Banyaknya Pasar yang Tutup

Harga emas spot turun 1,3 persen menjadi USD4.976,37 per ons.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Emas Anjlok di Tengah Banyaknya Pasar yang Tutup
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Senin, 16 Februari 2026. Pelemahan harga ini dipicu oleh pasar-pasar utama di Amerika Serikat (AS) dan Asia tutup untuk liburan.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3 persen menjadi USD4.976,37 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April kehilangan 1 persen menjadi USD4.996,60 per ons.

"Harga emas diperdagangkan dalam kisaran USD5.000/ons pada minggu dengan likuiditas yang lebih rendah karena liburan," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Perlu diketahui, pasar saham AS tutup untuk memperingati Hari Presiden, sementara pasar saham di China dan beberapa negara Asia lainnya juga tutup untuk memperingati Tahun Baru Imlek.
Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA mengakui untuk saat ini, diriny menurunkan target jangka menengah untuk harga emas dari USD5.500 menjadi lebih dekat ke kisaran USD5.100-USD5.200.

"Tetapi ini adalah situasi yang sangat dinamis. Sebagai logam yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, tanda-tanda ekonomi yang kuat mengurangi daya tarik perak sebagai aset safe-haven dibandingkan dengan emas, dan data lapangan kerja yang kuat menunjukkan berkurangnya kebutuhan mendesak akan aset safe-haven," kata dia.

Sementara itu, harga perak spot turun 2 persen menjadi USD75,83 per ons setelah sebelumnya turun 3 persen. Harga platinum spot juga menyusut 1,7 persen menjadi USD2.027,39 per ons, sementara paladium anjlok 2 persen ke level USD1.719,44. 

Di satu sisi, data ekonomi AS terbaru memberikan gambaran yang beragam terkait pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) karena harga konsumen AS meningkat kurang dari yang diperkirakan pada bulan Januari, sementara pertumbuhan lapangan kerja secara tak terduga meningkat pada bulan yang sama.

Presiden Bank Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, mengatakan pada hari Jumat bahwa suku bunga dapat turun, tetapi mencatat bahwa inflasi jasa tetap tinggi.

Para pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan berikutnya pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang.

Adapun emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.