Logo
>

Harga Impor Naik, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi Domestik

Permata Bank mengingatkan risiko imported inflation di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan harga global yang menekan rupiah.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Impor Naik, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi Domestik
Ilustrasi inflasi akibat risiko kenaikan harga barang impor. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Chief Economist Permata, Bank Josua Pardede mengingatkan risiko imported inflation atau inflasi impor di tengah meningkatnya tekanan harga global dan penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah.

Menurut Josua, tekanan inflasi domestik sejauh ini masih relatif terkendali, terutama jika pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Lalu tadi berkaitan dengan inflasi, kami juga ingin menyampaikan bahwa inflasi secara umum tekanannya relatif bisa terjaga di tahun ini, terutama kalau pemerintah masih mempertahankan harga BBM, khususnya harga BBM bersubsid,” ujar Josua dalam Virtual Media Briefing PIER Economic Review Kuartal 1, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Ekonom Permata Bank itu juga mengatakan, tekanan inflasi di sejumlah negara maju mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Di Amerika Sikat sudah 3,3 persen, Jerman 2,9 persen, di Inggris sudah 3,3 persen juga, di Eropa secara keseluruhan pun juga inflasi sudah mencapai 3 persen, jadi memang tekanan inflasi ini nyata, cukup nyata,” katanya.

Berdasarkan penelusuran data yang dilakukan KabarBursa.com, di dalam negeri, inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen secara tahunan atau yoy. Sementara inflasi inti berada di level 2,44 persen yoy dan inflasi volatile food sebesar 3,37 persen yoy. Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen month to month atau mtm.

Di sisi nilai tukar, tekanan terhadap rupiah juga masih berlangsung. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.

Pada 5 Mei 2026, nilai tukar rupiah bahkan tercatat di level Rp17.425 per dolar AS. Sepanjang tahun ini, rupiah telah melemah lebih dari 4 persen dan sempat menyentuh Rp17.445 per dolar AS.

Josua menilai kenaikan harga barang impor berpotensi menekan inflasi domestik melalui imported inflation, terutama pada barang konsumsi dan bahan baku yang masih bergantung pada impor.

“Namun, yang juga menjadi krusial juga adalah tadi bagaimana jaga agar inflasi tetap terkendali di domestik, karena tentunya lonjakan dari harga barang-barang impor. Ini pada akhirnya tentunya bisa berpengaruh kepada inflasi domestik, karena rambatannya biasanya dikatakan sebagai imported inflation, inflasi yang ditimbulkan karena tadi ada kenaikan dari harga barang-barang yang kita konsumsi, terutama barang impor,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak penguatan dolar AS terhadap tekanan inflasi di berbagai negara. “Itu yang mungkin harus kita antisipasi ke depannya, dan lagi belum lagi juga tadi karena ada efek dari penguatan dari dolar Amerika Sikat terhadap seluruh mata uang dunia,” kata Josua.

Tekanan imported inflation juga terjadi di tengah kenaikan risiko energi global. Harga minyak Brent saat ini masih bertahan di atas USD60 per barel di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal seperti tensi geopolitik, suku bunga tinggi di Amerika Serikat, serta arus keluar modal asing dari negara berkembang.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia menegaskan tetap melakukan intervensi di pasar domestik maupun offshore. Otoritas moneter juga memperketat aturan pembelian dolar AS untuk membantu meredam tekanan terhadap rupiah.

Sementara itu, pemerintah hingga kini masih mempertahankan harga BBM subsidi di tengah meningkatnya risiko imported inflation dari sisi energi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.