KABARBURSA.COM - Harga minyak mentah global mengalami tekanan pada perdagangan, Kemarin. Seiring menguatnya optimisme pasar terhadap peluang perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.
Mengutip laporan Reuters, Rabu 20 Agustus 2025, harga Minyak Mentah Brent terdepresiasi 1,22 persen dan ditutup di level USD65,79 per barel. SemenFtara itu, West Texas Intermediate (WTI) mencatat penurunan lebih dalam sebesar 1,69 persen, berakhir di angka USD62,35 per barel.
Pasar mulai merespons kemungkinan adanya terobosan diplomatik. Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group, menyatakan bahwa sorotan investor kini tertuju pada dinamika negosiasi antara Moskow dan Kyiv. Menurutnya, potensi perdamaian dapat membuka celah pelonggaran sanksi dan meningkatkan suplai minyak global dari Rusia.
“Sekalipun muncul angin segar dari pembicaraan damai, posisi short di pasar minyak masih berada pada rekor tertinggi. Jika kesepakatan gencatan senjata gagal dicapai, harga bisa melonjak kembali dengan cepat,” ujarnya memperingatkan.
Dari sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi telah mengadakan percakapan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump tengah menyiapkan pertemuan tatap muka antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy guna meredakan ketegangan yang berlarut.
Zelenskiy pun menyatakan bahwa komunikasi dengan Trump berlangsung positif. Ia mengungkap bahwa isu utama dalam diskusi adalah jaminan keamanan untuk Ukraina. Trump disebut menyampaikan komitmen atas dukungan tersebut, meskipun rincian kebijakan konkret masih belum diungkapkan secara publik.
Sikap Trump yang tampak lebih lunak turut menjadi perhatian pasar, terutama karena hingga kini belum ada sanksi sekunder yang dijatuhkan terhadap impor minyak Rusia—sebuah elemen krusial yang dapat memengaruhi arus pasokan energi global.(*)