KABARBURSA.COM — Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten dimanfaatkan untuk menyoroti potensi Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional atau KEK ETKI sebagai salah satu tujuan investasi strategis. Dalam seminar yang digelar di Marketing Office BSD City, Tangerang, Sabtu, 7 Februari 2026, para pemangku kepentingan menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar menarik modal asing, asalkan didukung kebijakan yang konsisten dan informasi publik yang transparan.
KEK ETKI Banten dirancang sebagai pusat pertumbuhan baru yang memadukan tiga sektor strategis sekaligus. Pendidikan internasional, teknologi digital, dan layanan kesehatan berstandar global menjadi fondasi utama pengembangannya. Perpaduan ketiga sektor itu diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus membuka akses investasi berkualitas bagi Indonesia.
Data hingga Triwulan IV 2025 menunjukkan geliat positif kawasan tersebut. Investasi kumulatif yang masuk ke KEK ETKI Banten telah mencapai Rp1,19 triliun. Dari aktivitas itu tercipta 836 lapangan kerja dengan melibatkan 14 pelaku usaha. Angka tersebut menjadi sinyal awal bahwa Banten mulai memantapkan diri sebagai magnet baru investasi asing, khususnya di sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan KEK ETKI Banten memiliki peran strategis untuk jangka panjang. Menurutnya, kawasan ini dirancang menjadi pusat internasional bagi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul.
“KEK ETKI Banten diharapkan menjadi hub internasional untuk inovasi, pengembangan SDM unggul dan menghadirkan universitas terkemuka dunia, serta layanan kesehatan internasional, sekaligus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Senin, 9 Februari 2026.
Secara nasional, pengembangan kawasan ekonomi khusus memang menunjukkan hasil nyata. Hingga akhir 2025, total investasi yang masuk ke seluruh KEK di Indonesia tercatat mencapai Rp335 triliun. Dari aktivitas ekonomi tersebut, sebanyak 248.459 tenaga kerja berhasil terserap. Sepanjang 2025 saja, realisasi investasi KEK menyentuh Rp82,5 triliun, setara 98 persen dari target tahunan. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap ekosistem KEK di Indonesia.
Kajian dari The Australia Indonesia Partnership for Economic Development atau Prospera semakin memperkuat argumen tersebut. Hasil penelitian mereka menyebutkan wilayah KEK mampu menarik investasi asing langsung 173 persen lebih tinggi dibandingkan kawasan non-KEK yang sejenis. Selain itu, kawasan ekonomi khusus juga menciptakan lapangan kerja 4 persen lebih banyak.
Temuan ini menempatkan KEK ETKI Banten sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor modern dan bernilai tinggi. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor kunci lain dalam percepatan pengembangan kawasan ini.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah provinsi menaruh perhatian besar pada penguatan iklim investasi di daerahnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif dalam pembangunan KEK ETKI Banten. Menurut Andra, dukungan pemerintah daerah mencakup berbagai aspek.
“Baik melalui kesiapan infrastruktur, regulasi, sinkronisasi kebijakan tata ruang dan transportasi, maupun mendorong sinergi lintas wilayah dan lintas sektor,” tuturnya.
Dari sisi infrastruktur, Tangerang Raya dinilai memiliki modal kuat untuk menarik lebih banyak investor global. Akses transportasi yang lengkap, kedekatan dengan ibu kota, serta dukungan kawasan hunian dan bisnis modern menjadi daya tarik tersendiri. Wakil Ketua II Departemen Ekonomi dan Keuangan PWI Pusat menilai kondisi tersebut membuat kawasan ini sangat siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam ekosistem investasi modern, peran pers disebut tak kalah penting. Media massa dianggap sebagai jembatan utama antara pelaku usaha, pemerintah, dan publik. Informasi yang disampaikan secara objektif dan berimbang diyakini mampu membangun persepsi positif investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Indonesia.
Sinergi antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, pemerintah daerah, dunia usaha, dan insan pers menjadi kunci keberhasilan KEK ETKI Banten ke depan. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi strategis bagi foreign direct investment, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan aktivitas ekonomi baru.
Dengan segala potensi yang dimiliki, KEK ETKI Banten perlahan menjelma menjadi etalase baru ekonomi Indonesia. Kawasan ini bukan hanya menawarkan ruang investasi, tetapi juga harapan akan lahirnya pusat inovasi, pendidikan kelas dunia, dan layanan kesehatan modern.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.