Logo
>

BBTN Gacor: Laba 2025 di Atas Ekspektasi, Saham Menguat

Kinerja laba Bank Tabungan Negara melampaui ekspektasi pada 2025, diikuti penguatan harga saham dan konsentrasi transaksi di area menengah yang mencerminkan minat beli terjaga.

Ditulis oleh Yunila Wati
BBTN Gacor: Laba 2025 di Atas Ekspektasi, Saham Menguat
BBTN berhasil mengumpulkan laba bersih yang tumbuh 16 persen secara tahunan. Foto: Dok Bank Tabungan Negara.

KABARBURSA.COM - Kinerja keuangan Bank Tabungan Negara (BBTN) sepanjang 2025 memperlihatkan pergeseran yang cukup tegas. Bukan hanya dari sisi laba, tetapi juga dari struktur pendanaan, profil risiko, hingga arah strategi kredit. 

Angka-angka yang muncul sepanjang tahun lalu memberi gambaran bahwa BBTN tidak sekadar pulih, melainkan mulai masuk fase konsolidasi yang lebih berkualitas.

Laba bersih menjadi titik awal pembacaan. Sepanjang 2025, BBTN membukukan laba bersih Rp3,5 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan dan melampaui ekspektasi pasar karena setara dengan 109 persen dari estimasi konsensus. 

Momentum ini sangat terasa pada kuartal IV 2025, ketika laba bersih mencapai Rp1,2 triliun. Angka ini melonjak 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melesat 101 persen secara kuartalan. 

Lonjakan pada akhir tahun ini menegaskan bahwa perbaikan kinerja tidak bersifat temporer, melainkan akumulasi dari perbaikan struktural yang terjadi sejak awal tahun.

Mesin utama pertumbuhan laba datang dari pendapatan bunga bersih. Net Interest Income pada kuartal IV 2025 melonjak signifikan, seiring dengan turunnya Cost of Fund dan perubahan perhitungan effective interest income pada segmen KPR non-subsidi. 

Penurunan biaya dana menjadi faktor kunci, karena langsung menekan beban bunga yang selama ini menjadi tantangan utama BBTN. Sepanjang 2025, beban bunga relatif tertahan, bahkan turun pada kuartal IV, meskipun bank tetap agresif menyalurkan kredit.

Cost of Fund deposito terus melandai hingga mencapai 2,9 persen secara month-to-date pada Desember 2025. Secara tahunan, Cost of Fund deposito turun menjadi 3,9 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 dan periode sembilan bulan 2025. 

Penurunan ini terjadi di tengah dinamika CASA Ratio yang secara persentase justru lebih rendah dibandingkan akhir 2024. Namun, fokus BBTN pada pengendalian special rate bagi nasabah institusi membuat kualitas dana menjadi lebih efisien, meski komposisi CASA sempat berfluktuasi.

Di sisi aset produktif, loan yield menunjukkan perbaikan yang konsisten. Yield kredit naik ke level 10 persen pada kuartal IV 2025 dan bertahan di level yang sama secara tahunan. Yield ini meningkat tajam dibandingkan 2024. 

Kenaikan ini tidak terlepas dari perubahan bauran kredit, di mana porsi kredit non-perumahan mulai diperbesar. Kombinasi antara biaya dana yang lebih rendah dan yield kredit yang lebih tinggi mendorong Net Interest Margin naik signifikan ke 4,2 persen, jauh di atas capaian 2024 dan sembilan bulan pertama 2025. 

Peningkatan NIM ini menjadi refleksi paling jelas dari perbaikan fundamental intermediasi BBTN.

Kredit Bertumbuh dan Likuiditas Terjaga

Pertumbuhan kredit sepanjang 2025 juga mencerminkan akselerasi yang terukur. Kredit tumbuh 12 persen secara tahunan hingga Desember 2025, melampaui guidance manajemen yang sebelumnya berada di kisaran 7 hingga 9 persen. 

Lonjakan paling menonjol terjadi pada segmen kredit korporasi yang tumbuh sangat agresif, sejalan dengan strategi jangka menengah BBTN untuk mengurangi ketergantungan pada KPR dan meningkatkan proporsi kredit non-perumahan. 

Arah ini terlihat konsisten dengan target jangka panjang yang menempatkan kredit non-perumahan sebagai kontributor signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah pertumbuhan kredit yang kuat, profil likuiditas tetap terjaga. Loan-to-Deposit Ratio berada di level 92 persen, masih di bawah target jangka menengah manajemen. Ruang likuiditas ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid, mencapai 15 persen secara tahunan. 

Kondisi ini memberi fleksibilitas bagi BBTN untuk menjaga momentum kredit tanpa tekanan likuiditas yang berlebihan.

Dari sisi kualitas aset, 2025 menjadi tahun pengetatan yang cukup disiplin. Beban provisi meningkat signifikan, terutama pada kuartal IV, meskipun rasio kredit bermasalah justru menunjukkan perbaikan. 

NPL gross turun ke 3,1 persen per Desember 2025, sejalan dengan target manajemen. Perbaikan ini didorong oleh seleksi kredit yang lebih ketat, khususnya di segmen KPR non-subsidi, yang tercermin dari lonjakan rejection rate sepanjang 2025. 

Strategi ini menekan risiko pembentukan kredit bermasalah baru, meski berdampak pada pertumbuhan volume di segmen tertentu.

Peningkatan provisi sepanjang 2025 juga mendorong NPL Coverage Ratio naik ke 124 persen. Level ini mendekati batas kenyamanan yang ditetapkan manajemen dan memberi bantalan risiko yang lebih tebal memasuki 2026. 

Dengan coverage yang semakin kuat dan kualitas aset yang membaik, tekanan biaya kredit berpotensi mereda. Hal ini tercermin dari penurunan guidance Cost of Credit untuk 2026, yang dipatok lebih rendah dibandingkan realisasi 2025.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan BBTN pada 2025 menunjukkan transformasi yang lebih dalam dari sekadar pertumbuhan laba. Perbaikan margin, struktur pendanaan yang lebih efisien, akselerasi kredit dengan likuiditas yang terjaga, serta penguatan kualitas aset membentuk fondasi yang lebih solid. 

Angka-angka tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun penyeimbang antara ekspansi dan kehati-hatian, dengan jejak yang jelas menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Pergerakan Saham Intraday dan YtD

Jika dilihat dari pergerakan sahamnya, sepanjang 2025 BBTN menguat signifikan. Dari sisi kinerja tahunan, BBTN mencatatkan kenaikan sekitar 33 persen, bergerak dari area 755 menuju kisaran 1.450. 

Secara year to date, penguatan di atas 9 persen menandakan bahwa minat beli tidak hanya terkonsentrasi pada momen tertentu, tetapi terdistribusi sepanjang tahun.

Jika ditarik ke periode menengah, tren penguatan tetap terjaga. Dalam enam bulan terakhir, harga naik lebih dari 15 persen, sementara secara bulanan kenaikan menembus dua digit. 

Rentang pergerakan satu bulan yang berada di kisaran 1.075 hingga 1.350 menunjukkan bahwa fase konsolidasi terjadi di area yang lebih tinggi dibandingkan awal tahun. Ini mengindikasikan adanya repricing bertahap, bukan lonjakan spekulatif yang cepat terkoreksi.

Pada perdagangan intraday yang terlihat pada data terakhir, Selasa, 10 Februari 2026, saham BBTN ditutup di level 1.285, menguat sekitar 2,4 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan harian berlangsung cukup dinamis, dengan harga sempat menyentuh level tertinggi di 1.310 dan terendah di 1.265. 

Rentang yang relatif sempit ini menggambarkan volatilitas yang terkontrol, di mana tekanan jual mampu diserap tanpa mendorong harga kembali ke bawah area pembukaan.

Transaksi Tengah Hari Mencapai Rp5 Miliar

Aktivitas transaksi harian menunjukkan partisipasi pasar yang cukup aktif. Volume perdagangan tercatat lebih dari 420 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp54 miliar. Frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2.200 kali, yang artinya pergerakan harga tidak digerakkan oleh satu atau dua transaksi besar semata, melainkan oleh interaksi banyak pelaku pasar. 

Rata-rata harga transaksi berada di sekitar 1.285, sangat dekat dengan harga penutupan, yang mencerminkan keseimbangan relatif antara sisi beli dan jual di akhir sesi.

Struktur orderbook memberikan gambaran yang lebih detail mengenai area konsentrasi pasar. Di sisi bid, antrean terbesar terlihat menumpuk di rentang 1.260 hingga 1.275, dengan akumulasi lot yang cukup tebal. Area ini berfungsi sebagai zona penyangga harga, di mana minat beli muncul secara konsisten setiap kali harga mendekat. 

Di level 1.285, minat beli masih terlihat, meski mulai berkurang dibandingkan lapisan di bawahnya, menandakan bahwa sebagian pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi lanjutan sebelum menaikkan harga beli.

Di sisi offer, konsentrasi penawaran relatif menyebar dari level 1.290 hingga 1.325. Antrean jual yang cukup besar di kisaran 1.300 hingga 1.320 menunjukkan bahwa area ini menjadi zona uji bagi kelanjutan penguatan intraday. 

Namun, distribusi offer yang tidak terkonsentrasi pada satu harga saja memberi ruang bergerak naik secara bertahap, selama permintaan tetap masuk secara konsisten.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79