KABARBURSA.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Selasa, 10 Februari, memperlihatkan perubahan suasana pasar yang cukup tegas. Setelah sempat bergerak fluktuatif pada awal sesi, IHSG langsung mengunci penguatan dan bertahan di zona hijau hingga jeda siang.
Indeks naik sekitar 100 poin atau 1,26 persen ke level 8.132. Hal ini menandai kembalinya minat beli yang lebih merata di hampir seluruh sektor.
Dari sisi aktivitas, likuiditas pasar terpantau cukup solid. Volume transaksi mencapai 269,3 juta lot saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,91 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak terjadi dalam kondisi tipis transaksi, melainkan ditopang oleh partisipasi pelaku pasar yang relatif luas.
Karakter seperti ini umumnya mencerminkan respons kolektif terhadap sentimen, bukan sekadar pergerakan teknikal jangka sangat pendek.
Penguatan IHSG pada sesi pertama juga ditopang oleh dinamika saham-saham berkapitalisasi besar. Di jajaran LQ45, saham-saham yang sebelumnya berada di bawah tekanan mulai menunjukkan rebound. ADMR, SMGR, MBMA, hingga BUMI bergerak di zona hijau dan memberi kontribusi positif terhadap indeks.
SCMA, NCKL, dan ISAT juga ikut menopang, mencerminkan rotasi minat beli ke saham-saham dengan katalis sektoral maupun sentimen spesifik emiten.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham LQ45. BREN, INKP, TOWR, CPIN, AMRT, PGAS, hingga BBNI tercatat berada di zona merah pada sesi pertama.
Namun, pelemahan saham-saham ini relatif terkendali dan belum cukup kuat untuk menahan laju penguatan indeks secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual lebih bersifat selektif, bukan aksi distribusi besar-besaran di pasar.
Jika dilihat dari kinerja sektoral, sokongan datang dari seluruh sektor saham. Sektor perindustrian tampil paling menonjol dengan kenaikan sekitar 3,03 persen, menjadi motor utama penguatan IHSG pada sesi I.
Saham-saham konstruksi dan manufaktur dalam sektor ini bergerak solid, seiring meningkatnya minat beli pada emiten yang sensitif terhadap belanja infrastruktur dan siklus ekonomi. INDS melonjak tajam, diikuti GMFI, PTPP, ADHI, hingga UNTR.
Saham-saham otomotif dan pendukung industri seperti ASII dan HEXA juga bergerak menguat, meski dengan kenaikan yang lebih moderat.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama memperlihatkan karakter penguatan yang relatif sehat. Kenaikan indeks didukung oleh volume yang memadai, kontribusi lintas sektor, serta rotasi saham yang cukup seimbang antara saham defensif dan siklikal.
Dinamika ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih konstruktif dibandingkan sesi-sesi sebelumnya, meski arah lanjutan tetap akan ditentukan oleh konsistensi aliran beli hingga penutupan perdagangan.
Potensi Gerak IHSG Hingga Sore Hari
Jika melihat pada grafik harian, IHSG masih berada di jalur tren naik menengah yang sudah terbentuk sejak pertengahan 2025, meskipun sempat mengalami koreksi cepat dan dalam pada awal 2026. Pantulan yang terjadi saat ini memperlihatkan bahwa pasar tidak kehilangan struktur naiknya, melainkan sedang melakukan penyesuaian ritme setelah reli panjang.
Pada sesi berjalan, IHSG bergerak di kisaran 8.100–8.150 dengan penutupan terakhir di sekitar 8.130. Area ini menjadi zona yang krusial karena berfungsi sebagai titik keseimbangan baru pasca-rebound.
Dari struktur candle harian, bayangan bawah yang relatif terjaga menandakan tekanan jual mulai berkurang dibandingkan sesi-sesi sebelumnya. Artinya, setiap pelemahan intraday masih menemukan respons beli, meski belum cukup kuat untuk mendorong indeks kembali ke zona puncak.
Dari sisi volume, aktivitas transaksi memang lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode sebelum koreksi. Namun, volume saat rebound tidak setinggi volume ketika indeks tertekan tajam. Ini menunjukkan bahwa reli saat ini lebih bersifat pemulihan teknikal daripada dorongan agresif untuk mencetak level tertinggi baru.
Dengan karakter seperti ini, pergerakan indeks cenderung bertahap dan menguji level demi level, bukan lonjakan cepat.
Secara teknikal, area 8.050–8.100 menjadi penopang terdekat hingga penutupan bursa sore ini. Selama indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Di sisi atas, kisaran 8.180–8.220 menjadi area uji terdekat yang kemungkinan besar akan dihadapi pada sesi lanjutan.
Zona ini sebelumnya berfungsi sebagai area distribusi sebelum koreksi, sehingga respons pasar di rentang tersebut akan sangat menentukan arah penutupan.
Apabila minat beli tetap terjaga dan indeks mampu menembus 8.200 secara intraday, ruang kenaikan berikutnya mengarah ke area 8.250–8.300. Namun, melihat karakter volume dan struktur candle saat ini, skenario yang lebih realistis hingga penutupan adalah pergerakan menguat terbatas dengan kecenderungan konsolidasi di atas 8.100.
Pasar tampak masih membutuhkan waktu untuk menyerap pasokan yang muncul setiap kali indeks mendekati area resistensi.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan indeks turun di bawah 8.050, IHSG berpotensi kembali menguji area 7.950–8.000 sebelum penutupan. Namun, selama tidak ada lonjakan volume jual yang signifikan, skenario pelemahan dalam tampaknya relatif terbatas.
Dengan mempertimbangkan struktur tren, dinamika volume, dan posisi harga saat ini, IHSG hingga penutupan sore hari berpotensi bergerak di kisaran 8.080 hingga 8.220, dengan kecenderungan menguat terbatas.
Pasar masih berada dalam fase pemulihan yang membutuhkan konfirmasi lanjutan, sehingga arah indeks lebih ditentukan oleh konsistensi aliran beli, bukan dorongan spekulatif sesaat.(*)