Logo
>

OPEC+ Pangkas Produksi 188 Ribu Barel, Apa Alasannya?

Tujuh negara OPEC+ sepakat menyesuaikan produksi mulai Juni 2026, dengan opsi fleksibel sesuai kondisi pasar global.

Ditulis oleh Syahrianto
OPEC+ Pangkas Produksi 188 Ribu Barel, Apa Alasannya?
Tujuh negara anggota OPEC+ menyepakati penyesuaian produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari mulai Juni 2026. (Foto: Dok. OPEC)

KABARBURSA.COM – Tujuh negara anggota OPEC+ menyepakati penyesuaian produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari mulai Juni 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global.

Seperti dilansir laman resmi OPEC, Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman menggelar pertemuan virtual pada Minggu, 3 Mei 2026 untuk meninjau kondisi pasar minyak dunia. 

Ketujuh negara tersebut merupakan bagian dari kelompok yang sebelumnya mengumumkan penyesuaian sukarela tambahan pada April dan November 2023.

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara peserta menegaskan komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas pasar minyak global melalui kebijakan produksi yang terukur. Penyesuaian sebesar 188 ribu barel per hari merupakan bagian dari implementasi lanjutan atas kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya.

Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Juni 2026 dengan rincian teknis yang telah disepakati antarnegara anggota. Penyesuaian produksi tersebut juga tetap bersifat fleksibel, bergantung pada perkembangan kondisi pasar ke depan.

Tabel Rincian Produksi Minyak Tujuh Negara OPEC. (Foto: Dok. OPEC)

Negara-negara OPEC+ menyatakan bahwa kebijakan tambahan yang diumumkan pada April 2023 dapat dikembalikan sebagian atau seluruhnya secara bertahap. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan dinamika permintaan dan pasokan global.

Dalam pernyataannya, ketujuh negara menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati dalam menentukan arah kebijakan produksi. Mereka juga menegaskan akan mempertahankan fleksibilitas penuh untuk meningkatkan, menahan, atau membalikkan pengurangan produksi sesuai kebutuhan pasar.

Selain itu, negara-negara tersebut menyebut langkah ini juga membuka ruang untuk mempercepat proses kompensasi atas kelebihan produksi yang terjadi sebelumnya. Seluruh kebijakan akan tetap mengacu pada Deklarasi Kerja Sama yang menjadi dasar koordinasi OPEC+.

Pemantauan implementasi kebijakan ini akan dilakukan oleh Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC), yang bertugas memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan produksi. Negara-negara anggota juga menegaskan komitmen untuk mengompensasi seluruh kelebihan produksi sejak Januari 2024.

Ke depan, OPEC+ akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan untuk mengevaluasi kondisi pasar, tingkat kepatuhan, serta progres kompensasi. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar minyak global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.