Logo
>

PEFINDO Beri SMF Peringkat idAAA

Ditulis oleh Pramirvan Datu
PEFINDO Beri SMF Peringkat idAAA

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) baru saja mendapat penegasan peringkat idAAA dengan prospek stabil dari PEFINDO, yang menunjukkan tingkat keamanan kredit tertinggi.

    PEFINDO juga menegaskan peringkat idAAA dan idAAA(sy) untuk obligasi berkelanjutan dan sukuk musyarakah SMF yang masih beredar. Peringkat ini didorong oleh kemungkinan dukungan yang sangat tinggi dari Pemerintah Indonesia, mengingat SMF adalah BUMN yang dimiliki sepenuhnya oleh negara.

    Profil kredit SMF juga didukung oleh kualitas aset, permodalan, dan likuiditas yang sangat kuat. Namun, tantangan utama SMF adalah penyediaan perumahan yang terjangkau, yang menjadi salah satu batasan peringkatnya. Potensi penurunan peringkat hanya akan terjadi jika ada pelemahan signifikan dalam dukungan pemerintah, yang bisa terjadi jika ada perubahan substansial dalam kontrol atau kepemilikan pemerintah.

    SMF membawa misi khusus untuk mendukung kepemilikan rumah melalui pengembangan pasar pembiayaan sekunder KPR, yang menyediakan likuiditas bagi penyalur KPR seperti bank dan perusahaan pembiayaan.

    Suntikan PNM Capai Triliunan

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) ke PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mulai Agustus 2018 hingga Desember 2023, mencapai Rp 9,33 triliun.

    Dana ini dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa PMN yang diterima tersebut digabungkan dengan penerbitan surat utang, memungkinkan perseroan untuk menyalurkan pembiayaan KPR FLPP senilai Rp 21,64 triliun. “Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, SMF turut berperan dalam merelief beban fiskal pemerintah dengan membiayai 25 persen pendanaan KPR FLPP, dengan melakukan leverage atas PMN yang diterima,” jelasnya dikutip Kamis 11 April 2024.

    Ananta menyebut bahwa SMF bekerjasama dengan BP Tapera dalam menyediakan dana KPR FLPP yang kemudian disalurkan melalui Bank Penyalur kepada masyarakat. “Hingga saat ini, SMF telah membiayai sekitar 2 juta debitur KPR, termasuk KPR Program FLPP, dengan sebaran 85,11 persen di wilayah barat, 13,91 persen di wilayah tengah, dan 0,59 persen di wilayah timur,” ucap dia.

    “Selain memfasilitasi program KPR FLPP, SMF juga aktif dalam inisiatif strategis seperti Program Pembiayaan Homestay dan Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh,” lanjut Ananta.

    Pada tahun 2023, kata Ananta, SMF bersinergi dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam menyokong pembiayaan untuk 5 desa wisata yang melibatkan 28 debitur dalam Program Pembiayaan Homestay. “Realisasi dana dari Program Pembiayaan Homestay sejak 2019 hingga Desember 2023 mencapai Rp 13,59 miliar untuk 183 homestay di 21 desa wisata binaan, termasuk di Desa Nglanggeran, Desa Samiran, Desa Kuta, dan lainnya,” jelas dia.

    Untuk program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh, SMF berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan telah merenovasi 115 rumah dengan anggaran Rp 6,15 miliar pada tahun 2023. “Renovasi dilakukan di Talumolo Gorontalo, Sukaraja Prabumulih, Makassar Timur Ternate, Oesapa Kupang, dan Teluk Pandeglang,” ujar Ananta.

    Sejak 2019, SMF telah merealisasikan peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 488 rumah di 21 lokasi dengan anggaran mencapai Rp 33,8 miliar.

    Untuk mengimplementasikan perluasan mandat dari Pemerintah, SMF telah menyalurkan Rp 6,5 triliun pada tahun 2023 melalui berbagai jenis pembiayaan, termasuk Kredit Konstruksi, Kredit Mikro Perumahan, KPRumah Usaha, dan lainnya. “Dengan aset sebesar Rp 45,71 triliun dan laba bersih Rp 466 miliar hingga Desember 2023, SMF terus berperan dalam mendukung sektor perumahan di Indonesia,” pungkas Ananta.

    Alokasikan Dana Pembiayaan Homestay

    PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk membiayai  homestay bagi sejumlah Kartu Keluarga (KK) di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta.

    Menurut Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto, sekitar 24 KK telah menerima pembiayaan tersebut.

    “Sampai saat ini, sekitar 24 kepala keluarga atau unit rumah telah mendapat pendanaan untuk homestay dengan total sekitar Rp1,5 miliar,” kata Bonai kepada wartawan di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta, pekan lalu.

    Bonai menjelaskan bahwa homestay sangat diminati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran.

    Konsep homestay memungkinkan tamu untuk tinggal bersama warga lokal, merasakan kehidupan pedesaan, dan memperoleh pengalaman yang berharga.

    “Konsep homestay adalah tamu tinggal bersama warga. Oleh karena itu, rumah yang dibiayai melalui program ini direnovasi untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang menginap,” jelas Bonai.

    Pembiayaan homestay SMF di Desa Nglanggeran memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat setempat. Sejak 2019 hingga 2023, jumlah total kunjungan wisatawan ke Nglanggeran mencapai 379.024, meliputi wisatawan domestik maupun internasional.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.