Logo
>

Pembangunan Pipa dari Aceh hingga Jawa Diharapkan Guna Kurangi Impor LPG

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pembangunan Pipa dari Aceh hingga Jawa Diharapkan Guna Kurangi Impor LPG

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa pemerintah sedang membangun jaringan pipa gas yang akan menghubungkan Aceh hingga Pulau Jawa.

    Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG, yang saat ini sangat membebani anggaran negara, dengan pengeluaran mencapai Rp450 triliun per tahun untuk pembelian minyak dan gas.

    Bahlil menjelaskan bahwa pembangunan pipa gas ini akan memungkinkan distribusi gas yang lebih efisien antarwilayah di Indonesia. Dengan adanya infrastruktur tersebut, jika Jawa memiliki kelebihan gas. Nantinya dapat dialirkan ke Aceh atau Sumatra, dan sebaliknya. Seperti keterangannya di Jakarta, Rabu 11 September 2024.

    Hal ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam mengatasi kekurangan stok gas di wilayah tertentu sekaligus menekan impor gas.

    Pemerintah juga berencana untuk mendorong pembangunan industri LPG dalam negeri dengan memanfaatkan potensi propana (C3) dan butana (C4). Dengan meningkatkan produksi LPG di dalam negeri, diharapkan impor LPG dapat ditekan dan neraca perdagangan, neraca pembayaran, serta cadangan devisa Indonesia dapat lebih stabil.

    Selain itu, Bahlil menyampaikan bahwa bersama Pertamina dan SKK Migas, pihaknya berkomitmen untuk menangani tingginya impor LPG dan perbedaan harga yang signifikan di pasar domestik. Hilirisasi LPG juga menjadi fokus utama pemerintah, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

    Proyeksi Selama 17 Bulan

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang Tahap II sepanjang 245 KM. Proyek ini akan dibiayai dengan anggaran APBN sebesar Rp3,07 triliun.

    Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas, Syarif Maulana Chaniago, menjelaskan, pembangunan pipa ini akan berlangsung selama 17 bulan, dimulai pada Juli 2024 dan diharapkan selesai pada Desember 2025.

    “Kementerian ESDM berkomitmen untuk membangun pipa Cirebon-Semarang tahap II kurang lebih sepanjang 245 KM dengan anggaran APBN sebesar Rp3,07 triliun, dan diproyeksikan selama 17 bulan, mulai Juni sampai Desember 2025,” kata Syarif dalam acara Forum Gas Bumi 2024 SKK Migas di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Juni 2024.

    Lanjut Syarif menjelaskan, pembangunan pipa gas ini akan dilakukan secara paralel dalam tiga ruas utama, yaitu Batang-Pemalang sepanjang 63 KM, Pemalang-Cirebon: Sepanjang 108 KM, dan Cirebon-Kandang Haur Timur sepanjang 74 KM.

    Syarif menyebutkan, diharapkan toll fee diharapkan tidak melebihi 0,5 per juta British thermal unit per hari (BBTUD). Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di berbagai kawasan industri sepanjang jalur tersebut.

    Sebagai informasi, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang Tahap I yang meliputi ruas Semarang-Batang sepanjang 62 KM.

    Pipa transmisi gas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan gas di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), serta kawasan-kawasan industri lainnya yang berada di sepanjang jalur transmisi pipa Cirebon-Semarang (CISEM) tahap I.

    Gas bumi yang akan dialirkan melalui pipa CISEM berasal dari beberapa sumber utama, yaitu Lapangan Jambaran Tiung Biru di Wilayah Kerja Blora, Long Term Plan (LTP) Wilayah Kerja Cepu (Lapangan Cendana-Alas Tua), dan Wilayah Kerja Tuban (Lapangan Sumber-2).

    Dengan pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang Tahap II ini, diharapkan dapat meningkatkan pasokan gas bumi untuk kebutuhan industri, terutama di kawasan-kawasan industri utama seperti KIK dan KITB.

    Pipa ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dengan menyediakan sumber energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

    Syarif Maulana Chaniago menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien.

    Pembangunan infrastruktur gas bumi ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke sektor industri di Jawa Tengah dan sekitarnya.

    Pembangunan pipa gas bumi Cirebon-Semarang Tahap II oleh Kementerian ESDM ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pasokan energi yang cukup bagi kawasan industri di sepanjang jalur tersebut. Dengan anggaran sebesar Rp3,07 triliun dan target penyelesaian selama 17 bulan, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan industri dan ekonomi di Indonesia.

    Tambahan Produksi Gas Bumi

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut terdapat tambahan produksi gas bumi. Adapun tambahan produksi, terutama berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas Geng Utara sebesar 1.000 MMSCFD, WK IDD Gandang Gendalo dengan produksi sebesar 4.900 MMSCFD, dan WK Andaman dengan produksi sebesar 527 MMSCFD.

    Dalam rangka mengoptimalkan tambahan produksi, Kementerian ESDM berupaya membangun infrastruktur gas bumi sehingga penggunaan gas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal itu dilakukan mengingat beberapa tahun ke depan akan ada tambahan pasokan produksi gas bumi di Indonesia.

    Plt. Direktur Jenderal Migas yang diawasi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Migas, Maompang Harahap menuturkan, gas bumi yang akan produksi perlu ditopang oleh infrastruktur gas bumi sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.