Logo
>

Satu Tahun Danantara, Prabowo Tekankan Integritas dalam Pengelolaan Aset Negara

Presiden Prabowo menekankan integritas dan tata kelola disiplin dalam refleksi satu tahun Danantara sebagai pengelola investasi negara.

Ditulis oleh Adi Subchan
Satu Tahun Danantara, Prabowo Tekankan Integritas dalam Pengelolaan Aset Negara
Prabowo menghadiri refleksi satu tahun Danantara. Pemerintah menekankan integritas, tata kelola, dan investasi strategis untuk memperkuat ekonomi nasional. Foto: Tabgkapan Layar YouTube Danatara Indonesia

KABARBURSA.COM — Presiden Prabowo Subianto menghadiri kegiatan refleksi satu tahun perjalanan kelembagaan Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. Acara ini dihadiri juga para menteri kabinet, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta seluruh jajaran insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya integritas, disiplin tata kelola, dan orientasi jangka panjang dalam mengelola aset negara guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik dan tata kelola yang disiplin, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan,” ujar Prabowo.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut baru merupakan langkah awal. Menurutnya, penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja harus terus dilakukan agar pengelolaan aset negara benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Peringatan satu tahun Danantara mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat kolaborasi seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu arah pembangunan ekonomi nasional serta menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan lembaga tersebut difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan sistem tata kelola.

“Tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Kami memperkuat struktur kelembagaan, menyusun tata kelola yang solid, serta memulai berbagai inisiatif strategis sebagai pijakan penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” kata Rosan.

Penguatan Fondasi Tata Kelola

Sebagai entitas induk pengelola aset negara, BPI Danantara pada tahun pertama berfokus pada pembangunan sistem tata kelola kelembagaan.

Sepanjang 2025, lembaga tersebut menyusun lebih dari 27 kebijakan governance framework yang diselaraskan dengan regulasi nasional untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

Selain itu, Danantara turut mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan masyarakat yang juga diharapkan membuka peluang lapangan kerja.

Dalam memperkuat dampak sosial, Danantara juga membentuk Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Platform filantropi ini diarahkan untuk mendukung investasi sosial pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta akses air bersih dan sanitasi.

Di tingkat global, Danantara turut menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama sejumlah lembaga internasional guna memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang.

Penguatan fondasi kelembagaan ini juga tercermin dari persepsi publik, di mana sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara bernada positif, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap transformasi yang dijalankan.

Transformasi Portofolio BUMN

Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara menjalankan mandat transformasi portofolio BUMN dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, konsolidasi portofolio, serta pengembangan sektor strategis.

Penataan portofolio dilakukan melalui langkah-langkah seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang dinilai tidak lagi menjadi prioritas. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan pendekatan berbasis kinerja dan tata kelola yang ketat.

Langkah tersebut bertujuan menciptakan struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sektor industri, DAM juga mendorong berbagai proyek hilirisasi lintas sektor dengan potensi investasi mencapai USD 26 miliar. Sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026.

Proyek tersebut meliputi pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, hingga pengolahan garam industri. Inisiatif serupa juga akan diperluas pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Danantara Investment Management (DIM) berperan sebagai lengan investasi global yang bertugas menarik investasi strategis dan memperluas kemitraan internasional.

Pada tahun pertama operasionalnya, DIM berhasil menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai nota kesepahaman dengan komitmen investasi sekitar Rp346 triliun. 

Selain itu, DIM juga memperluas kapasitas pembiayaan nasional dengan tambahan potensi pendanaan sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan, termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan obligasi patriot bonds, hingga fasilitas revolving credit facility dari institusi global.

DIM juga terlibat dalam sejumlah proyek investasi strategis, termasuk pengembangan Kampung Haji di Mekkah, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Investasi lainnya mencakup proyek waste-to-energy yang diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp1,3-1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Komitmen untuk Generasi Masa Depan
Momentum satu tahun Danantara juga ditandai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut dilaksanakan secara serentak oleh BUMN sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan menuju Generasi Emas Indonesia. Paket yang dibagikan meliputi tas sekolah, buku tulis, alat tulis, kotak pensil, penggaris, hingga tumbler.

Rosan menegaskan komitmen Danantara untuk terus memperkuat tata kelola serta mendorong investasi strategis yang berdampak jangka panjang.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja nyata melalui pengelolaan aset negara yang profesional serta investasi strategis yang memberi manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia,” kata Rosan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.