Logo
>

Seluruh Korban Tewas Tragedi Bekasi Timur Perempuan, Ini Daftar Nama 15 Jenazahnya

Sebanyak 15 korban tewas kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur seluruhnya perempuan, identitas telah terungkap.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Seluruh Korban Tewas Tragedi Bekasi Timur Perempuan, Ini Daftar Nama 15 Jenazahnya
15 korban tewas tragedi Bekasi Timur seluruhnya perempuan, berikut daftar nama jenazah yang telah teridentifikasi. Foto: AP Photo.

KABARBURSA.COM — Tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Total 15 korban yang meninggal dunia dalam tragedi memilukan itu merupakan perempuan.

Proses identifikasi dilakukan di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan Jakarta, dengan sebagian besar jenazah ditangani di RS Polri Kramat Jati. Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono mengatakan hingga Selasa siang proses identifikasi telah menghasilkan kepastian identitas sejumlah korban.

“Pukul 14.00 WIB, telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Selasa 28 April 2026.

Dari RS Polri Kramat Jati, seluruh korban yang teridentifikasi merupakan perempuan, yakni:

  1. Dudik Anitasari (31)
  2. Harum Anjasari (27)
  3. Nur Alimatun Citra Sari (19)
  4. Farida Utami (52)
  5. Fika Agnia Pratiwi (23)
  6. Ida Nuraeda (48)
  7. Gita Septia Wardani (20)
  8. Fatmawati Rahmayani (29)
  9. Arinjani Novitasari (25)
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32)

Sementara itu, tiga korban perempuan lainnya teridentifikasi di RSUD Bekasi:
 

  1. Nuryati (41)
  2. Nur Laela (39)
  3. Engar Retno Krisjayanti (35)

Dua korban lain yang telah teridentifikasi berada di rumah sakit berbeda:

  1. Adelia Rifani di RS Mitra Bekasi
  2. Ristuti Kustirahayu di RS Bella Bekasi

Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa ini juga bertambah dibandingkan laporan awal. Dari sebelumnya 14 orang, kini total korban tewas tercatat sebanyak 15 orang. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting memastikan angka tersebut. “Iya, 15 meninggal,” katanya.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL ini sebelumnya terjadi di lintasan Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik operasional Green SM awalnya mengalami gangguan saat melintas dan berhenti di atas rel tersebut. Dalam kondisi tersebut, kendaraan kemudian tertabrak kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang melintas.

Benturan itu membuat KRL berhenti di jalur sehingga mengganggu operasional perjalanan kereta di lintasan tersebut. Situasi ini kemudian berkembang menjadi kecelakaan beruntun ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan menghantam kerangka KRL tepat di gerbong penumpang wanita. Korban jiwa dilaporkan mencapai 14 orang, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai insiden tersebut tidak bisa dilihat sebagai kejadian tunggal. Menurut dia, tragedi ini mencerminkan adanya celah dalam sistem operasional dan infrastruktur yang belum sepenuhnya mampu mengantisipasi risiko.

Pertama, Djoko menilai pemisahan jalur operasional antara KRL dan kereta antarkota harus menjadi prioritas karena keduanya memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental. Ia menekankan penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta–Cikarang penting tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan, serta perlu diperluas dalam jangka menengah seiring pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih jauh.

“Selama pemisahan belum sepenuhnya terwujud, pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai. Konsekuensi kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi,” kata Djoko kepada KabarBursa.com, Selasa, 28 April 2026.

Menurut dia, belum terpisahnya jalur antara KRL dan kereta antarkota membuat risiko operasional menjadi lebih tinggi, terutama di lintasan padat seperti Jakarta hingga Cikarang. Dalam kondisi tersebut, satu gangguan kecil dapat berkembang menjadi insiden yang lebih besar karena keterbatasan ruang dan waktu respons.

Selain itu, Djoko menyoroti keberadaan perlintasan sebidang yang masih banyak ditemukan di koridor padat. Ia menilai kondisi ini menjadi titik rawan yang terus berulang dalam berbagai kecelakaan transportasi rel.

Kedua, kata Djoko, penghapusan perlintasan sebidang di koridor padat harus dipercepat. Dengan frekuensi kereta yang tinggi, waktu penutupan perlintasan akan semakin panjang dan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.

“Dalam kondisi disiplin pengguna jalan yang masih rendah, risiko pelanggaran dan kecelakaan akan terus meningkat. Oleh karena itu, pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti underpass dan overpass perlu menjadi prioritas berbasis risiko,” ujarnya.

Persoalan lain yang turut disorot adalah lemahnya penataan ruang di sepanjang jalur rel. Aktivitas masyarakat yang tidak terkendali serta keberadaan akses tidak resmi dinilai berpotensi mengganggu operasional kereta.

Ketiga, penataan ruang di sepanjang jalur kereta api harus diperkuat. Djoko mengatakan aktivitas masyarakat yang tidak terkendali, akses tidak resmi, serta lemahnya penegakan tata ruang dapat menjadi sumber gangguan serius bagi operasional kereta.

“Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan lingkungan jalur tetap aman dan sesuai peruntukannya,” kata Djoko.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, tidak hanya dari sisi operator tetapi juga regulator. Menurutnya, pendekatan keselamatan modern harus mampu mencegah kesalahan berkembang menjadi kecelakaan fatal.

“Keempat, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perlu dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama regulator. Pendekatan keselamatan modern menekankan bahwa sistem harus mampu mencegah kesalahan berkembang menjadi kecelakaan fatal, bukan sekadar merespons setelah kejadian,” katanya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).