Logo
>

SKK Migas Pacu Produksi 12 Proyek Hulu Migas dengan Nilai Investasi Rp4,36 Triliun

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
SKK Migas Pacu Produksi 12 Proyek Hulu Migas dengan Nilai Investasi Rp4,36 Triliun

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat ada 12 proyek hulu migas atau setara dengan 80 persen yang beroperasi dari target 15 proyek hingga akhir tahun ini. Ke-12 proyek ini berpotensi menambah dan menjaga produksi mencapai 36.237 barel per hari (BOPD) untuk minyak, 300 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas, dan 192 metrik ton per hari (MTD) untuk LPG.

    Sejumlah proyek minyak yang telah onstream mencakup OPL Main PHE ONWJ dengan produksi 1.893 BOPD, Flowline ASDJ-116X PHE Ogan Kemering dengan 94 BOPD, serta Banyu Urip Infill Clastic Exxon Mobil Cepu Ltd dengan kapasitas 33.000 BOPD.

    Di sisi lain, proyek gas yang sudah berjalan meliputi Peciko 88, SWG dan Bekapai Artificial Lift dari Pertamina Hulu Mahakam dengan kapasitas 36 MMSCFD, proyek AFCP berkapasitas 117 MMSCFD, serta Dayung Facility Optimization dari Medco Grissik dengan 40 MMSCFD. Selain itu, Fasilitas Kompresor South Sembakung memiliki kapasitas 22 MMSCFD, dan Proyek CO2 dan DHU Lapangan Karang Baru Pertamina EP menyumbang 5 MMSCFD.

    Ada pula dua proyek yang menghasilkan minyak dan gas sekaligus, yaitu Akatara Gas Plant dari Jadestone Energy dengan kapasitas gas 25 MMSCFD dan minyak 1.100 BOPD serta produksi LPG 192 MT/D. Proyek West Belut Medco Natuna berkapasitas gas 55 MMSCFD dan minyak 150 BOPD juga turut berkontribusi.

    Secara keseluruhan, 12 proyek ini menyumbang tambahan kapasitas produksi minyak sebesar 36.237 BOPD dan gas sebesar 300 MMSCFD dengan investasi mencapai USD277,4 juta atau sekitar Rp4,36 triliun.

    Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menyampaikan bahwa hasil proyek-proyek hulu migas tahun ini sejauh ini sesuai harapan. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus intensif berkoordinasi untuk memastikan tiga proyek tersisa—Proyek Forel Bronang Medco Natuna berkapasitas 10.000 BOPD dan gas 43 MMSCFD, SP Puspa Asri Pertamina EP dengan kapasitas 600 BOPD, serta Proyek Kompresor Merbau Pertamina EP berkapasitas 8 MMSCFD—dapat onstream sebelum tutup tahun.

    "Kami berharap sisa waktu dapat dioptimalkan agar proyek yang belum onstream bisa berjalan cepat, terutama proyek minyak seperti Forel Bronang yang berpotensi menambah produksi 10.000 BOPD," kata Hudi, dikutip dari siaran pers resmi SKK Migas, Senin, 28 Okotober 2024.

    Hudi juga mengatakan Kepala Divisi Manajemen Proyek beserta timnya kini rutin hadir di lapangan setiap minggu untuk memastikan pengawasan dan pengambilan keputusan yang cepat. "Ini adalah bentuk perubahan pola pikir di industri hulu migas, meningkatkan sense of crisis dan sense of urgency guna menindaklanjuti arahan presiden dan Menteri ESDM agar produksi minyak tetap stabil serta upaya peningkatan produksi LPG dari sektor hulu," katanya.

    Industri hulu migas pun, kata dia, siap memberikan dukungan penuh demi tercapainya ketahanan energi nasional. "Rencana investasi hulu migas dalam lima tahun ke depan, dari 2024 hingga 2029, mencakup 138 proyek dengan total investasi sekitar USD36,23 miliar atau Rp543 triliun, termasuk proyek strategis nasional," kata Hudi.

    Menurut data SKK Migas, target penyelesaian 15 proyek hingga akhir 2024 berpotensi menambah dan menjaga produksi minyak sebesar 46.827 BOPD, gas 351 MMSCFD, serta LPG 192 MT/D.

    Cadangan Baru 1,199 Miliar Barel

    Dengan capaian 12 proyek yang telah onstream hingga triwulan ketiga 2024, SKK Migas menunjukkan komitmen dalam mendorong produksi migas nasional. Namun, upaya tersebut tidak hanya berhenti pada produksi, eksplorasi baru juga terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan cadangan migas di masa depan. Dalam hal ini, SKK Migas mencatat peningkatan signifikan pada eksplorasi hulu migas, termasuk dalam penambahan cadangan minyak dan gas yang melampaui target tahun 2024.

    Belum lama ini, SKK Migas melaporkan peningkatan signifikan dalam eksplorasi hulu migas dengan penambahan contingent resource sebesar 1.199 Million Barrels of Oil Equivalent (MMBOE) atau 1,199 miliar barel setara minyak hingga September 2024. Cadangan tersebut melampaui target tahun ini, sekaligus mendongkrak reserves replacement ratio (RRR) menjadi 140 persen. Total investasi yang disetujui dalam plan of development (POD) mencapai USD 31,15 miliar atau setara Rp 489 triliun (kurs Rp 15.700 per USD).

    [caption id="attachment_95223" align="alignnone" width="923"] Per 30 September 2024, SKK Migas mencatat penambahan cadangan migas nasional sebesar 855,66 juta barel setara minyak (MMBOE) dengan total investasi direncanakan mencapai USD31,15 miliar. Capaian ini turut mendongkrak Reserves Replacement Ratio (RRR) hingga 165,5 persen, melampaui target awal tahun. Foto: Dok. SKK Migas.[/caption]

    Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, mengatakan kegiatan eksplorasi di sektor hulu migas telah meningkat secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. “Investasi eksplorasi melonjak dari USD0,6 miliar pada 2021 menjadi USD0,9 miliar di 2023. Tahun ini targetnya naik 100 persen menjadi USD1,8 miliar atau Rp28,3 triliun,” ujar Benny, dikutip darisiaran pers SKK Migas, Kamis, 23 Oktober 2024.

    Menurut Benny, peningkatan eksplorasi ini berbuah manis dengan penemuan cadangan migas baru, termasuk dua penemuan besar di Geng North, Kalimantan Timur, dan Layaran-1, Aceh. “Kabar ini menjadi dukungan besar bagi upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

    Tingginya contingent resource yang dicatat hingga September 2024 sudah mencapai 1.199 MMBOE, atau 393,1 persen dari target awal tahun ini. SKK Migas menargetkan total cadangan mencapai 1.212 MMBOE hingga akhir tahun, dengan beberapa struktur tambahan masih dalam proses eksplorasi. Benny optimistis angka ini akan membuka peluang lebih besar untuk eksplorasi lanjutan di masa mendatang.

    Dalam hal percepatan produksi, Benny menyebut SKK Migas terus mencari cara baru untuk mempercepat pengembangan setiap penemuan migas. Contohnya, penemuan di Geng North hanya butuh waktu 10 bulan dari temuan hingga persetujuan POD. “Keberhasilan ini akan menjadi model untuk percepatan proyek serupa di masa depan,” ujarnya.

    Hingga September 2024, investasi pada proyek-proyek POD yang telah disetujui mencapai USD31,15 miliar atau sekitar Rp489 triliun, lebih dari empat kali lipat anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Benny menegaskan investasi ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar, baik dari sisi nasional maupun daerah, serta menciptakan lapangan kerja. “Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di hulu migas sekitar 58 persen, sekitar Rp280 triliun akan dinikmati perusahaan-perusahaan dalam negeri,” katanya.

    Investasi besar ini menunjukkan peran strategis sektor hulu migas dalam memperkuat ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri lokal, serta penerimaan negara dan bagi hasil yang bermanfaat bagi perekonomian daerah.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).