Logo
>

Universitas Paramadina Meresmikan Kampus Baru di Cipayung

Gedung Universitas Paramadina tersebut berdiri di atas lahan seluas 22.000 m2, mengusung konsep Green Campus

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Universitas Paramadina Meresmikan Kampus Baru di Cipayung
Saat ini Universitas Paramadina memiliki tiga kampus, yakni Kampus Cipayung, Kampus Cikarang, dan Kampus Kuningan (Jakarta Selatan).

KABARBURSA.COM - Sebagai bentuk rasa Syukur dan ucapan terima kasih kepada para Donor dan dermawan yang hari ini Rabu 27 Agustus 2025, Universitas Paramadina menggelar peresmian sekaligus syukuran atas selesainya pembangunan kampus utama di Cipayung Jakarta Timur, yang sudah dimulai senjak tahun 2021. 

Hadir dalam peresmian tersebut diantaranya: HM. Jusuf Kalla, Omi Komaria (istri Nurcholsih Madjid), Hendro Martowardojo, Anies Baswedan, Muhadjir Effendi, Sohibul Iman, Prijono Sugiarto, Victor Hartono, Patrick Walujo, Teten Masduki, Saleh Husin, Didik J. Rachbini dan civitas akademika Universitas Paramadina. 

Gedung Universitas Paramadina tersebut berdiri di atas lahan seluas 22.000 m2, mengusung konsep Green Campus atau kampus di dalam taman yang hijau, dengan konsep bangunan modern dan tropis-minimalis. Kampus yang berdaya tampung 10.000 mahasiswa ini memiliki 3 gedung utama, yaitu Gedung Nurcholish Madjid (8 lantai), Gedung TP. Rachmat (3 lantai), dan Gedung H.M. Jusuf Kalla (3 lantai).

Kampus Cipayung dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kuliah, laboratorium, masjid, auditorium, arena olahraga indoor, amphitheatre, taman hijau, hingga ruang diskusi yang representatif; bahkan dalam waktu dekat kampus akan dilengkapi dengan fasilitas wall climbing kelas dunia. Kehadiran fasilitas baru ini memperkuat posisi Kampus Cipayung sebagai pusat kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan mahasiswa.

Saat ini Universitas Paramadina memiliki tiga kampus, yakni Kampus Cipayung, Kampus Cikarang, dan Kampus Kuningan (Jakarta Selatan). Peresmian gedung baru di Cipayung ini menandai tonggak penting perjalanan universitas untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan menghadirkan lingkungan pendidikan yang inspiratif, kritis dan konstruktif bagi masyarakat.

Gedung kampus kebanggaan tersebut, tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan dari berbagai korporasi seperti Djarum Foundation, Bank Central Asia, Astra International, United Tractors, Adaro Energy, Triputra Agro Persada, Polytron, Sinar Mas, Indika Energy, Northstar Pacific, Blibli.com, Tiket.com, dan Harum Energy. Juga tanpa kebaikan dan keihlasan hati para sahabat Paramadina: H.M. Jusuf Kalla, Budi Hartono, TP. Rachmat, Gandi Sulistiyanto, Haji Isam dan almarhum Benny Subianto. Segenap Civitas Akademika Universitas Paramadina mengucapkan terima kasih dan berkomitmen untuk melipatgandakan kebaikan yang telah beliau-beliau limpahkan.

Sekilas Tentang Universitas Paramadina

Universitas Paramadina, yang telah genap berusia 27 tahun, terus berkembang pesat mewarnai dunia pendidikan tinggi Indonesia dengan karakter dan nilai-nilai yang dimilikinya. Saat ini Universitas Paramadina memiki tiga fakultas yaitu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); Fakultas Falsafah dan Peradaban (FFP) dan Fakultas Ilmu Rekayasa (FIR). 

Perkembangan Fakultas tersebut juga selaras dengan perkembangan Program Studi yang ada di bawahnya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membawahi tiga prodi, antara lain prodi Manajemen (S1); Magister Manajemen (S2); dan segera akan beroperasi Ilmu Manajemen (S3). Sedangkan Fakultas Falsafah dan Peradaban (FFP), membawahi delapan program Studi, antara lain: Prodi Falsafah dan Agama (S1), Prodi Magister Agama Islam (S2), Prodi Psikologi (S1), Prodi Psikologi (S2), Prodi Komunikasi (S1), Prodi Ilmu Komunikasi (S2), Prodi Hubungan Internasional (S1), Prodi Hubungan Internasional (S2). Terakhir Fakultas Ilmu Rekayasa (FIR), membawahi tiga Program Studi, antara lain: Prodi Teknik Informatika (TI), Prodi Desain Komunikasi Visula (DKV), Prodi Desain Produk (DP). 

Saat ini, Universitas Paramadina terus tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun, dengan jumlah mahasiswa aktif sekitar 6.000, yang tumbuh rata-rata 15 persen setiap tahunnya. Salah satu ciri khas Universitas Paramadina adalah metode pembelajaran yang tidak saja fokus pada penguasaan akademik, tetapi juga penguatan skill leadership, entrepreneurship dan ethics. Mahasiswa tidak saja didorong untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga mempunyai life skill yang handal.

Sepanjang hampir 3 dekade usianya, Universitas Paramadina pernah dipimpin oleh para pemikir dan tokoh, seperti Prof. Nurcholish Madjid, Sudirman Said, MBA., Dr. Muhammad Sohibul Iman, Anies Baswedan, Ph.D., dan Prof. Firmanzah. Saat ini Prof. Didik J. Rachbini adalah rektor yang dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan dan perjuangan Paramadina. 

Pendirian Paramadina

Universitas Paramadina didirikan oleh intelektual dan tokoh pembaruan pemikiran Islam terkemuka Indonesia Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur). Lahirnya Universitas Paramadina tidak lepas dari pergulatan pemikiran Cak Nur dan para sahabatnya dalam melihat realitas Islam di Indonesia yang terkotak-kotak dalam ruang sempit. Islam digunakan hanya untuk kepentingan tertentu yang merusak nilai-nilai Islam itu sendiri. 

Gagasan Cak Nur tentang pembaruan pemikiran Islam mempu mendobrak dan meghadirkan tatanan baru pemikiran Islam yang lebih inklusif dan modern. Cak Nur dkk. percaya, kekayaan Khazanah pemikiran Islam yang mapan mampu menjawab tantangan pergulatan pemikiran modernistik yang kompleks, dalam konteks Keislaman, Keindonesiaan dan Kemoderenan. Gagasan tersebut kemudian berkembang dan disambut oleh kalangan Muslim perkotaan yang menginginkan wajah Islam lebih moderat, terbuka dan penuh dengan nilai-nilai universal. 

Cikal bakal Universitas Paramadina adalah sebuah organisasi sosio-pendidikan yang didirikan untuk menghimpun pemikiran-pemikiran keislaman dalam bentuk diskusi keagamaan, kuliah umum secara teratur dan seminar-seminar pada akhir pekan. Cara ini ternyata menarik perhatian kalangan menengah atas perkotaan yang relatif lebih mapan, untuk memiliki cara pandang keislaman yang lebih terbuka dan progresif, sehingga tertarik untuk mendalami Islam sebagai sebuah cara hidup (life style) yang kebih modern. Lambat laun Paramadina dikenal sebagai lembaga pendidikan dengan tradisi Islam yang kuat, mengakar dan inklusif.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya Universitas Paramadina resmi didirikan pada tahun 1998. Hal ini menandakan kelahiran sebuah institusi pendidikan yang secara penuh mempercayai bahwa nilai-nilai Islam (Keislaman) yang universal dapat dijalankan secara penuh (kafah) dalam konteks tradisi lokal keindonesiaan yang kaya dengan Khazanah kebudayaan dan nilai-nilai luhur berpadu dengan tradisi Ilmiah, ilmu pengetahuan dan teknologi modern (kemoderenan). Cak Nur dkk. berkeyakinan, Paramadina akan menjadi tempat persemaian manusia-manusia baru yang akan membawa kemajuan bagi Indonesia.

Dalam perkembangannya Universitas Paramadina menjadi lembaga pendidikan formal yang dirancang untuk menjadi pusat keislaman dan ilmu pengetahuan yang kreatif, konstruktif dan positif, untuk memperbaiki pemikiran generasi muda tanpa bersikap defensif bahkan reaksional terhadap sesuatu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Paramadina hadir untuk memberikan sumbangsih dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dalam pola yang tidak menentu, sehingga lahir generasi baru yang yang lebih mengedepankan tradisi ilmiah yang kuat dan berkarakter. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.