Logo
>

Wacana Subsidi Berbasis NIK, Segini Laba-Pendapatan KAI Commuter

Ditulis oleh Dian Finka
Wacana Subsidi Berbasis NIK, Segini Laba-Pendapatan KAI Commuter

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,53 triliun pada 2022. Pendapatan ini meningkat 5,30 persen dari tahun 2021 sebesar Rp2,40 triliun didorong oleh operasi commuter line Wilayah II Bandung dan Wilayah VIII Surabaya.

    Mengutip dari laman KCI atau KAI Commuter, beban pokok pendapatan KAI Commuter pada tahun 2022 meningkat 9,36 persen menjadi Rp1,68 triliun dari Rp1,54 triliun pada tahun 2021. Beban usaha KAI Commuter pada 2022 juga meningkat 23,63 persen menjadi Rp569,70 miliar dari Rp460,83 miliar tahun 2021.

    Pada tahun 2022, beban (pendapatan) lain-lain KAI Commuter meningkat sebesar 18,20 persen menjadi Rp22,87 miliar dari Rp19,35 miliar pada tahun 2021. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan cadangan piutang.

    Beban pajak KAI Commuter pada tahun 2022 menurun sebesar 27,27 persen menjadi Rp59,08 miliar dibandingkan dengan Rp81,24 miliar pada tahun 2021. Penurunan ini terutama karena laba yang lebih rendah.

    Penghasilan komprehensif lain setelah pajak pada tahun 2022 meningkat sebesar 604,30 persen menjadi Rp10,20 miliar, naik dari Rp1,45 miliar pada tahun 2021. Kenaikan ini terutama dipicu oleh penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 24 tentang Imbalan Kerja.

    Jumlah kas dan setara kas KAI Commuter pada tahun 2022 mencapai Rp1,15 triliun, meningkat 25,60 persen dibandingkan dengan Rp914,60 miliar pada tahun 2021.

    Sumber pendapatan KAI Commuter, yang direalisasikan dari kapasitas angkut kereta api pada tahun 2022, mencapai 581.007.666 penumpang, atau 92,86 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022 yang sebesar 625.648.325 penumpang. Pencapaian ini disebabkan oleh:

    1. Kapasitas angkut Commuter Line yang terealisasi sebesar 102 persen dari target RKAP tahun 2022, karena jumlah perjalanan Commuter Line terealisasi sebesar 103 persen dari target RKAP tahun 2022.
    2. Kapasitas angkut Commuter Line Lokal yang terealisasi sebesar 41 persen dari target RKAP tahun 2022.
    3. Kapasitas angkut Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) pada tahun 2022 belum terealisasi karena belum dioperasikan pada tahun tersebut dan baru mulai dioperasikan oleh KAI Commuter pada 1 Januari 2023.

    Subsidi PSO PT KAI

    Menurut informasi dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), subsidi PSO dialokasikan ke berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, serta Direktorat Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    PSO kemudian disalurkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Operator yang menyediakan layanan kepada masyarakat. BUMN Operator tersebut meliputi PT Pelni untuk Pengelolaan Subsidi PSO Angkutan Laut, PT Perkeretaapian untuk Pengelolaan Subsidi PSO Perkeretaapian, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara untuk Pengelolaan Subsidi PSO Informasi Publik di Bidang Pers.

    PSO untuk PT KAI mengalami peningkatan dari Rp2,17 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp2,52 triliun, atau meningkat sebesar 16,13 persen. Dalam Nota Keuangan, PSO untuk PT KAI di tahun 2025 diperkirakan akan meningkat signifikan menjadi Rp4,79 triliun.

    Kebijakan Subsidi PSO perlu dipertimbangkan agar tetap dapat dialokasikan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, anggaran yang besar untuk subsidi PSO harus disertai dengan mekanisme dan prosedur pengawasan yang efektif. 

    Biaya yang ditagihkan oleh BUMN Operator harus benar-benar mencakup komponen biaya yang dapat dipertanggungjawabkan dalam subsidi PSO. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan belanja subsidi PSO secara optimal.

    Dari sisi harga tiket, pemerintah harus menanggung Rp11.981 untuk satu kali perjalanan yang dilakukan oleh satu orang. Sebab KCI menetapkan biaya operasional sebesar Rp14.981 sedangkan tarif yang dibebankan oleh pengguna hanya Rp3.000.

    Volume Pengguna KRL Meningkat

    Dalam laman KAI Commuter, tren volume pengguna KRL Jabodetabek terus menunjukkan peningkatan. Pada hari kerja di awal semester II 2024 (atau periode 1-12 Juli) tercatat volume pengguna sebanyak 1.054.600 orang tiap harinya.

    Kemudian pada semester I 2024, total volume pengguna KRL Jabodetabek tercatat mencapai 156.816.151 orang. Selain itu, PT Kereta Commuter Indonesia juga mencatat angka tertinggi pada semester tersebut, yaitu 1.042.066 penumpang pada 1 April 2024.

    Sebelumnya, sepanjang semester pertama tahun 2024, KAI Commuter mencatat rata-rata volume pengguna Commuter Line pada hari kerja sebanyak 961.051 orang per harinya. Sedangkan pada hari libur atau akhir pekan rata-rata sebanyak 709.730 orang per hari.

    Adapun sejauh ini, berdasarkan data KAI Commuter, komposisi transaksi pembayaran tiket Commuter Line didominasi dengan menggunakan KMT. Sepanjang semester 1 tahun 2024 ini tercatat sebanyak 54,85 persen transaksi pembayaran tiket Commuter Line Jabodetabek menggunakan KMT atau sebanyak 86 juta lebih transaksi. 

    Kemudian untuk transaksi pembayaran tiket disusul dengan menggunakan kartu uang elektronik bank sebanyak 38,15 persen dan pengguna QR-Code tiket sebanyak 6,87 persen. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi rencana pemerintah untuk menerapkan subsidi pada layanan KRL Jabodetabek yang berbasis NIK.

    Implementasi subsidi ini akan dilakukan secara bertahap dan tidak akan segera berlaku. Dengan demikian, tarif KRL Jabodetabek dipastikan tidak akan mengalami perubahan dalam waktu dekat. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Dian Finka

    Bergabung di Kabar Bursa sejak 2024, sering menulis pemberitaan mengenai isu-isu ekonomi.