Logo
>

ADMR Bertahan di 1.960 saat Asing Jual Besar, Ada Potensi Rebound?

Saham ADMR ditutup di 1.960 meski dibayangi net sell asing. Struktur orderbook menunjukkan likuiditas tetap aktif di harga tengah, sementara area 2.000–2.010 menjadi level kunci untuk membuka peluang penguatan.

Ditulis oleh Yunila Wati
ADMR Bertahan di 1.960 saat Asing Jual Besar, Ada Potensi Rebound?
ADMR menutup perdagangan hari ini dengan penguatan sebanyak 15 poin. (Foto: Dok Alamtri Minerals Indonesia)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, menunjukkan dinamika yang relatif stabil meski berada di tengah tekanan jual investor asing. 

Hingga penutupan perdagangan pukul 16.14 WIB, saham ADMR berada di level 1.960, menguat 15 poin atau sekitar 0,77 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.945.

Sepanjang sesi perdagangan, harga saham ADMR bergerak dalam rentang 1.905 hingga 1.985 setelah dibuka di level 1.960. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp91 miliar dengan volume perdagangan sekitar 46,97 juta saham. Nilai ini masih berada di bawah rata-rata volume harian yang berada di kisaran 94,17 juta saham.

Data transaksi juga menunjukkan adanya tekanan jual dari investor asing. Hingga penutupan perdagangan, nilai foreign sell tercatat sekitar Rp33,4 miliar, sementara foreign buy berada di kisaran Rp11,9 miliar. 

Komposisi tersebut menunjukkan adanya arus keluar dana asing pada saham ADMR selama sesi perdagangan hari ini.

Likuiditas Aktif di Harga Tengah

Namun demikian, struktur antrean perdagangan menunjukkan dinamika yang menarik. Pada sisi bid, antrean beli terbesar terlihat berada di level 1.910 dengan sekitar 10.126 lot, diikuti 1.915 sekitar 5.351 lot dan 1.920 sekitar 4.954 lot. 

Sementara pada sisi atas, antrean jual terbesar terlihat pada 1.975 dengan sekitar 10.533 lot.

Pada harga berjalan 1.960, antrean bid tercatat sekitar 2.613 lot, sedangkan antrean offer relatif tipis dengan hanya 47 lot pada level 1.965. Struktur ini menunjukkan likuiditas perdagangan masih cukup aktif di area harga tengah meskipun tekanan jual dari sisi atas masih terlihat.

Secara keseluruhan, total antrean offer tercatat sekitar 562.251 lot, jauh lebih besar dibanding total antrean bid sekitar 136.425 lot. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pasokan saham di sisi jual masih lebih dominan dibandingkan permintaan pada sisi beli dalam struktur orderbook.

Teknikal Beri Sinyal Normal

Dari sisi indikator teknikal, sinyal yang muncul masih menunjukkan kecenderungan yang beragam. Beberapa indikator utama seperti MACD dan Ultimate Oscillator memberikan sinyal beli, sementara sejumlah indikator lain seperti CCI, ROC, Williams %R, dan Bull/Bear Power menunjukkan sinyal jual.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level sekitar 48, yang mencerminkan kondisi relatif netral tanpa indikasi jenuh beli maupun jenuh jual. Indikator ADX yang berada di kisaran 24 juga menunjukkan kekuatan tren yang masih terbatas.

Dari sisi pergerakan rata-rata harga, posisi saham ADMR saat ini berada di bawah beberapa moving average jangka pendek seperti MA5, MA10, dan MA20, yang masing-masing berada di kisaran 1.983 hingga 2.018. Kondisi ini menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih berada dalam fase koreksi.

Namun demikian, harga saham ADMR masih berada di atas moving average jangka menengah dan panjang, seperti MA50 di sekitar 1.921, MA100 di kisaran 1.636, serta MA200 di sekitar 1.340. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tren jangka panjang saham ini masih berada dalam struktur yang lebih kuat dibanding tren jangka pendeknya.

Area Penting untuk Rebound

Dari sisi level teknikal, area 1.885 menjadi titik pivot utama dalam perhitungan pivot klasik. Sementara itu area 2.010 menjadi salah satu level resistensi terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut.

Jika harga mampu bergerak melewati area tersebut, rentang 2.075 hingga 2.200 menjadi area resistensi berikutnya dalam perhitungan pivot klasik. Di sisi lain, area 1.820 hingga 1.695 menjadi zona penopang apabila terjadi tekanan jual lanjutan.

Pergerakan saham ADMR saat ini mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Volume perdagangan yang berada di bawah rata-rata menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung menunggu arah yang lebih jelas.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga pada sesi perdagangan berikutnya sering kali dipengaruhi oleh perubahan likuiditas di sekitar level resistensi terdekat. Selama harga masih berada di bawah area 2.000 hingga 2.010, pergerakan saham ADMR cenderung masih berada dalam rentang konsolidasi jangka pendek.

Namun jika tekanan jual mulai berkurang dan harga mampu bergerak menembus area tersebut, pergerakan saham berpotensi memasuki fase penguatan berikutnya dengan target teknikal pada rentang harga yang lebih tinggi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79