Logo
>

Aksi Jumbo BUKA, Harga Saham Justru Tertekan

Pengendali tambah 4,49 miliar saham senilai Rp674,34 miliar, namun BUKA stagnan di Rp150 lalu turun ke Rp148 dan Rp147 di tengah perubahan arus transaksi asing.

Ditulis oleh Yunila Wati
Aksi Jumbo BUKA, Harga Saham Justru Tertekan
Meskipun pengendali membeli saham BUKA dengan nominal fantastis, namun harga tertekan. (Foto: Dok Bukalapak)

KABARBURSA.COM – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) baru saja mendapatkan dana segar lewat aksi jumbo PT Kreatif Media Karya (KMK). Sang pengendali memborong sahan dalam jumlah besar selama dua hari perdagangan, yaitu 19 dan 20 Februari 2026.

Dari dua hari aksi tersebut, total saham yang diborong mencapai 4.495.645.533 lembar atau setara 4,36 persen dari total saham beredar. Nilai transaksinya mencapai Rp674,34 miliar pada harga rata-rata Rp150 per saham. 

Pembelian dilakukan melalui mekanisme pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 19 Februari 2026, KMK membeli 3.616.645.533 saham senilai Rp542,49 miliar. Tetapi aksi ini tidak membawa dampak positif bagi pergerakan sahamnya.

Pada hari tersebut, BUKA justru ditutup stagnan pada level Rp150. Nilai transaksi tercatat Rp29,95 miliar dengan volume 1,98 juta lot dan frekuensi 3.800 kali. Harga bergerak dalam rentang Rp148 hingga Rp153 dengan rata-rata Rp151. 

Data transaksi asing menunjukkan pembelian bersih sebesar Rp3,72 miliar, dengan nilai beli asing Rp5,29 miliar dan jual asing Rp1,57 miliar.

Sehari berikutnya, 20 Februari 2026, KMK kembali menambah kepemilikan dengan membeli 879 juta saham senilai Rp131,85 miliar. Sayangnya, pada perdagangan hari tersebut, saham BUKA justru ditutup turun Rp2 atau 1,33 persen ke level Rp148. 

Nilai transaksinya juga menurun menjadi Rp6,44 miliar dengan volume 432,04 ribu lot dan frekuensi 1.890 kali. Harga dibuka di Rp151 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp151 dan terendah Rp148 dengan rata-rata Rp149. 

Di hari kedua ini, aktivitas asing mencatat jual bersih Rp2,21 miliar, dengan beli asing Rp418,81 juta dan jual asing Rp2,63 miliar.

Kepemilikan KMK Menjadi 44,91 Persen

Secara struktur kepemilikan, pasca transaksi tersebut porsi saham KMK meningkat dari 41.826.100.852 lembar atau 40,55 persen menjadi 46.321.746.385 lembar atau 44,91 persen. Kenaikan hampir 4,4 persen kepemilikan dalam waktu dua hari menunjukkan konsolidasi kepemilikan oleh pemegang saham pengendali melalui transaksi pasar.

Sementara itu, pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, hingga pukul 11.30 WIB, saham BUKA diperdagangkan di level Rp147, turun 0,68 persen dari penutupan sebelumnya Rp148. Harga bergerak dalam kisaran Rp146 hingga Rp149. 

Dengan posisi tersebut, harga berada di bawah rata-rata dua hari sebelumnya dan berada di area mendekati level terendah 20 Februari.

Secara keseluruhan, aksi jumbo KMK merupakan transaksi akumulasi oleh pemegang saham pengendali yang meningkatkan porsi kepemilikan secara material. Pada hari pertama transaksi, harga relatif stabil dengan aktivitas asing mencatat beli bersih. 

Pada hari kedua, harga melemah tipis dengan aktivitas asing berbalik menjadi jual bersih. Pergerakan hari ini menunjukkan lanjutan tekanan harga ringan setelah koreksi sebelumnya, dengan level Rp147 menjadi titik perdagangan terbaru di bawah area Rp150 yang sebelumnya menjadi harga transaksi akumulasi utama.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79