KABARBURSA.COM — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menuntaskan langkah ekspansi strategisnya dengan mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia. Transaksi ini menandai babak baru penguatan posisi MAMI sebagai pemain utama di industri manajer investasi Tanah Air.
Manulife Wealth & Asset Management dalam keterangan resminya menyebut seluruh proses akuisisi telah rampung setelah memenuhi berbagai persyaratan, termasuk restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan rampungnya transaksi ini, proses integrasi antara MAMI dan Schroders Indonesia mulai dijalankan secara bertahap.
Selama masa transisi, kedua entitas akan tetap beroperasi secara paralel. Perusahaan memastikan nasabah dan mitra tetap mendapatkan kejelasan melalui pembaruan berkala terkait perubahan branding, produk, hingga operasional.
Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife, Fabio Fontainha, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di Indonesia. “Kami dengan bangga menandai bergabungnya Schroders Indonesia secara resmi ke dalam Manulife Wealth & Asset Management,” ujar Fabio dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, akuisisi ini akan memperkuat skala bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi perusahaan. “Penyelesaian akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia dan semakin memperkuat posisi MAMI sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia,” katanya.
Dengan penggabungan dua manajer investasi besar ini, Manulife menargetkan peningkatan kapabilitas dalam menghadirkan solusi investasi yang lebih beragam serta berbasis wawasan global.
Dari sisi domestik, CEO & President Director MAMI, Afifa, menyebut akuisisi ini sebagai momentum penting dalam perjalanan perusahaan yang kini memasuki usia ke-30 tahun. “Ini merupakan momen penting bagi kedua organisasi,” ujar Afifa.
Ia mengatakan langkah ini bukan sekadar transaksi, melainkan fondasi baru untuk memperluas dampak bisnis. “Menggabungkan talenta dan keahlian MAMI dan Schroders Indonesia meningkatkan kemampuan kami dalam menghadirkan solusi investasi berkualitas tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, CEO & President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk memperluas akses dan kapabilitas bisnis. “Bergabung dengan MAMI merupakan babak penting berikutnya,” ujar Michael.
Ia memastikan nilai dan budaya perusahaan tetap dipertahankan di tengah integrasi. Dengan rampungnya akuisisi ini, MAMI tidak hanya memperkuat posisi sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia, tetapi juga memperluas basis distribusi dan jaringan klien, baik institusi maupun ritel.
Berdasarkan data per Desember 2025, MAMI mencatat total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp124,3 triliun dengan pangsa pasar mencapai 11,9 persen. Sementara dana kelolaan reksa dana mencapai Rp63 triliun, menjadikannya pemimpin pasar di industri tersebut.
Di sisi lain, Schroders sebagai grup global mengelola aset hingga 823,7 miliar poundsterling atau setara dengan lebih dari USD1.100 miliar per akhir 2025. Skala global ini menjadi nilai tambah signifikan dalam memperkuat platform investasi gabungan di Indonesia.
Ke depan, integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat melalui penggabungan sumber daya investasi, jaringan distribusi, serta inovasi produk. Dengan strategi ekspansi yang semakin agresif, MAMI memposisikan diri untuk menangkap peluang pertumbuhan industri pengelolaan aset yang terus berkembang di Indonesia.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.