KABARBURSA.COM - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menunjukkan sinyal akumulasi investor asing pada pekan ini periode 16-17 Maret 2026.
Berdasarkan data Stockbit, broker BK menjadi pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp4 miliar pada harga rata-rata Rp1.328.
Aksi beli juga terlihat dari broker YU sebesar Rp2,4 miliar, serta CC senilai Rp967, 8 juta di harga rata-rata Rp1.277. Selain itu, beberapa broker lain seperti KK dan HD turut mencatatkan pembelian meski dengan nilai yang lebih kecil.
Di sisi lain, tekanan jual masih mendominasi oleh broker AK dengan nilai Rp2,8 miliar, disusul ZP sebesar Rp1 miliar dan TP Rp89,5 juta. Meski demikian secara keseluruhan nilai pembelian masih lebih dominan dibandingkan penjualan.
Sementara itu, saham LSIP menunjukkan tren penguatan dalam berbagai periode perdagangan. Berdasarkan data price performance Stockbit, saham ini tercatat menguat 3,88 persen dalam sepekan.
Dalam periode yang lebih panjang, kinerja LSIP terlihat lebih solid. Saham ini mencatatkan kenaikan 11,67 persen dalam satu bulan dan melonjak 17,03 persen dalam tiga bulan.
Secara year-to-date (YTD), LSIP juga menguat 12,13 persen. Sementara itu, dalam rentang tahunan, saham LSIP mencatatkan kenaikan 20,18 persen dalam satu tahun (1Y) dan 34 persen dalam tiga tahun.
Meski demikian, dalam jangka panjang, kinerja saham ini masih menghadapi tekanan. LSIP tercatat turun 3,60 persen dalam lima tahun dan bahkan melemah 21,18 persen dalam 10 tahun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, LSIP mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan signifikan pada pendapatan dan laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan audited, LSIP membukukan pendapatan sebesar Rp5,51 triliun, meningkat dari Rp4,56 triliun pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 20,8 persen secara tahunan (year-on-year).
Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp1,88 triliun, naik dari Rp1,47 triliun pada tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 27,8 persen secara tahunan.
Dari sisi profitabilitas, LSIP mencatatkan laba bruto sebesar Rp2,26 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,99 triliun pada 2024.
Di sisi neraca, LSIP juga menunjukkan penguatan fundamental dengan total aset mencapai Rp15,54 triliun, naik dari Rp13,84 triliun pada tahun sebelumnya. Posisi kas dan setara kas meningkat signifikan menjadi Rp7,59 triliun, mencerminkan likuiditas yang kuat. (*)