Logo
>

Laba JMAS Naik 42 Persen di 2025, Klaim Turun Tajam dan RBC Tembus 398 Persen

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Laba JMAS Naik 42 Persen di 2025, Klaim Turun Tajam dan RBC Tembus 398 Persen
Tangkapan layar jajaran direksi JMAS dari kiri Direktur Operasional, Aji Darmaji ; Direktur Utama Basuki Agus dan Direktur Pemasaran Gus Imron Gunasendjaja dalam publik ekspose secara daring Selasa, 20 Januari 2026

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 31 Desember 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4.036 juta, meningkat dari Rp2.829 juta pada tahun sebelumnya.

    Direktur Utama JMAS, Basuki Agus, menyampaikan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis dan efisiensi operasional yang konsisten.

    “Perseroan telah memenuhi ketentuan ekuitas minimum bagi Perusahaan Asuransi Syariah sebesar Rp100 miliar,” ujar Agus dalam publik Expose secara daring Selasa, 20 Januari 2026.

    Ia memaparkan dari sisi neraca, total aset JMAS mencapai Rp391.006 juta, meningkat Rp84.831 juta dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp306.176 juta. Investasi juga tumbuh signifikan menjadi Rp161.595 juta dari Rp98.172 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, ekuitas naik menjadi Rp127.445 juta dari Rp122.496 juta.

    Liabilitas kepada pemegang polis tercatat sebesar Rp135.786 juta, meningkat Rp45.228 juta dibandingkan 2024. Kewajiban lainnya juga naik menjadi Rp172.041 juta dari Rp140.911 juta. Dana investasi peserta mencapai Rp6.396 juta, meningkat Rp1.218 juta secara tahunan.

    Pada laporan laba rugi komprehensif, pendapatan usaha JMAS tercatat sebesar Rp75.620 juta, turun dari Rp79.470 juta pada tahun 2024. Penurunan ini diiringi dengan perbaikan struktur biaya. Beban komisi turun menjadi Rp30.923 juta dari Rp33.942 juta, seiring pergeseran portofolio bisnis dari asuransi kesehatan ke asuransi jiwa. Beban administrasi dan umum juga berhasil ditekan menjadi Rp24.651 juta dari Rp27.969 juta.

    Sebaliknya, beban akuisisi meningkat menjadi Rp18.070 juta dari Rp12.920 juta, sejalan dengan kenaikan produksi yang cukup signifikan sepanjang 2025. Pendapatan non usaha berbalik positif menjadi Rp2.163 juta, dibandingkan posisi negatif Rp796 juta pada tahun sebelumnya.

    Kinerja underwriting dana tabarru’ menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Pendapatan kontribusi mencapai Rp295.717 juta, naik Rp42.009 juta dari tahun 2024. Beban klaim turun tajam menjadi Rp164.455 juta dari Rp218.977 juta. Klaim reasuransi juga menurun menjadi Rp41.136 juta dari Rp52.737 juta.

    Dengan perbaikan tersebut, JMAS berhasil membalikkan posisi surplus underwriting dana tabarru’ menjadi Rp1.747 juta, dari defisit Rp13.480 juta pada tahun sebelumnya.

    Dari sisi rasio keuangan, tingkat kesehatan perusahaan tetap terjaga. Risk Based Capital (RBC) perusahaan mencapai 398.73 persen, melonjak dari 194.98 persen pada 2024. Return on asset meningkat menjadi 1.03 persen, return on equity naik menjadi 3.17 persen, sementara rasio klaim terhadap kontribusi turun drastis menjadi 55.61 persen dari 86.31 persen.

    Sepanjang 2025, JMAS juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Indonesia 20 Syariah Excellent Award 2025 dari The Iconomics, Indonesia Top Insurance Awards 2025 kategori Life Insurance Asset Under 1 Triliun, serta Indonesia Best Sharia Life Insurance 2025 dengan kategori Exceptional Increase in Net Profit dari Warta Ekonomi.

    Ke depan, perseroan menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan bisnis syariah secara prudent.

    “Perseroan berkomitmen untuk senantiasa memastikan penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten,” kata Agus.

    Menilik data perdagangannya hari ini, saham JMAS saat ini berada di 292 per lembarnya.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".