Logo
>

BEI Pelototi Tiga Saham, Begini Alasannya

Bursa Efek Indonesia keluarkan pengumuman UMA atas sejumlah saham karena pergerakan perdagangan di luar kebiasaan.

Ditulis oleh Syahrianto
BEI Pelototi Tiga Saham, Begini Alasannya
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menaruh perhatian khusus pada pergerakan tiga saham. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menaruh perhatian khusus pada pergerakan tiga saham yang dinilai berada di luar kebiasaan. 

    Saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) masuk dalam pengumuman Unusual Market Activity atau UMA per Rabu, 27 Agustus 2025.

    Langkah ini diambil BEI sebagai bentuk perlindungan terhadap investor di tengah pola transaksi yang tidak wajar. 

    Otoritas pasar menegaskan, pengumuman UMA bukan berarti terdapat pelanggaran peraturan, melainkan sinyal bahwa perdagangan saham-saham tersebut sedang dicermati secara khusus.

    “Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Namun, investor kami imbau untuk mencermati kinerja emiten, memperhatikan keterbukaan informasi, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Kamis, 28 Agustus 2025.

    Saham NAYZ menunjukkan reli signifikan sepanjang Agustus. Dari level Rp45 pada 15 Agustus, harga melonjak hingga Rp86 pada 28 Agustus 2025. Lonjakan lebih dari 90 persen dalam dua pekan membuat transaksi saham makanan bayi organik ini masuk radar BEI.

    Dalam surat pengumuman, BEI menegaskan bahwa pihaknya sedang mencermati pola transaksi saham NAYZ. 

    “Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana corporate action yang belum mendapat persetujuan RUPS,” tulis BEI.

    BEI juga mengingatkan bahwa saham NAYZ sebelumnya pernah dikenai suspensi sementara pada Januari 2025. 

    Hal ini menambah alasan bagi otoritas untuk memperketat pengawasan terhadap saham dengan volatilitas tinggi.

    Di samping itu, Saham Surya Fajar Capital (SFAN) juga mendapat label UMA lewat surat Peng-UMA-00272/BEI.WAS/08-2025. 

    BEI menemukan indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Dalam catatan perdagangan, saham SFAN stagnan di kisaran Rp1.910–Rp1.920 dengan volume rendah.

    “Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham SFAN. Oleh karena itu, investor kami minta berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko,” tegas Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI.

    Informasi terakhir yang disampaikan perusahaan ke bursa adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 6 Agustus 2025. 

    SFAN sendiri sudah beberapa kali masuk daftar UMA sejak November 2024 hingga Mei 2025, sehingga pengawasan kembali diperketat.

    Lebih lanjut, perhatian BEI juga diarahkan ke saham rumah sakit Mayapada. Dalam sepekan terakhir, saham ini terus menguat signifikan. Dari Rp6.200 pada 21 Agustus, SRAJ menutup perdagangan 28 Agustus di level Rp7.475, naik sekitar 20 persen hanya dalam beberapa hari.

    BEI menyebut adanya peningkatan harga di luar kebiasaan, sehingga menerbitkan Peng-UMA-00274/BEI.WAS/08-2025. Investor diingatkan untuk tidak hanya terfokus pada momentum kenaikan harga. 

    “Kami imbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi perusahaan dan mengkaji kembali aksi korporasi sebelum memutuskan transaksi,” jelas BEI.

    Dalam seluruh pengumuman UMA, BEI memberikan imbauan serupa. Investor diingatkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi, mencermati keterbukaan informasi, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.