KABARBURSA.COM - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Indogas Kriya Dwiguna (IKD) pada 24 Februari 2026.
Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman mengatakan kolaborasi tersebut merupakan kesepahaman awal dalam rangka kerja sama penyaluran gas bumi dari IKD kepada BIPI melalui entitas anak tidak langsung BIPI yakni PT Para Amartha LNG.
"Guna mendukung kegiatan pengolahan gas alam cair (LNG) melalui fasilitas mini LNG plant," ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 26 Februari 2026.
Adapun MoU tersebut berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan. Kurniawati menyatakan MoU ini belum memberikan dampak langsung terhadap keuangan BIPI.
"Namun diharapkan dapat memberikan potensi dampak positif terhadap kegiatan operasional dan pengembangan portfolio bisnis energi Perseroan di masa mendatang, khususnya dalam pengembangan bisnis LNG," pungkasnya.
Adapun pada sesi I perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, saham BIPI ditutup terkoreksi usai melemah sebesar 1,89 persen atau 6 poin ke level Rp312.
Mengutip data Stockbit, dalam periode satu pekan, saham emiten infrastruktur ini telah mencatat kenaikan sebesar 27,87 persen, disusul penguatan 35,65 persen dalam satu bulan terakhir.
Bahkan dalam rentang tiga bulan, lonjakan harga mencapai 246,67 persen. Momentum positif ini semakin terlihat pada kinerja enam bulanan dan sejak awal tahun berjalan (year to date) dengan kenaikan 262,79 persen.
Sepanjang enam bulan terakhir, harga saham BIPI telah terapresiasi hingga 258,62 persen. Adapun secara tahunan, performa saham BIPI bahkan mencatat kenaikan hingga 300 persen.
Dalam jangka lebih panjang, yakni tiga tahun terakhir, saham ini masih membukukan pertumbuhan sebesar 102,60 persen, sementara dalam periode lima hingga 10 tahun, apresiasi kumulatif mencapai 524 persen. (*)