KABARBURSA.COM — PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan keberhasilannya memperoleh fasilitas pinjaman korporasi senilai Rp700 miliar dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Fasilitas kredit ini menegaskan posisi Barito Pacific sebagai perusahaan dengan rekam jejak keuangan yang solid, sekaligus memberikan fleksibilitas tambahan untuk mendukung aktivitas operasionalnya.
Dalam pernyataannya, David Kosasih, Direktur Keuangan Barito Pacific, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Bank BTN. “Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Bank BTN kepada Barito Pacific. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat kredibilitas kami, tetapi juga meningkatkan kemampuan finansial dan pendanaan dalam menjalankan usaha ke depan,” ujar David, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Desember 2024.
Fasilitas kredit modal kerja bergulir senilai Rp700 miliar ini akan terbagi ke dalam dua tranche, masing-masing sebesar Rp350 miliar. Berdasarkan perjanjian yang disepakati, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Barito Pacific, sejalan dengan komitmennya untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
Kerja sama ini juga mencerminkan kepercayaan sektor perbankan terhadap kinerja Barito Pacific sebagai salah satu pemain utama di industri energi dan petrokimia di Indonesia. Dengan fasilitas ini, Barito Pacific diharapkan dapat mengoptimalkan strategi bisnisnya untuk menghadapi tantangan pasar sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru.
Bank BTN, sebagai penyedia fasilitas kredit, memandang kerja sama ini sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki prospek bisnis cerah dan rekam jejak yang baik. Melalui kemitraan strategis ini, Bank BTN menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Fasilitas kredit sebesar Rp700 miliar ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi Barito Pacific untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan daya saing di sektor yang digelutinya. Dengan tambahan likuiditas ini, Barito Pacific optimistis dapat menjalankan program-program bisnis yang telah direncanakan, sekaligus memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan.
Kinerja Keuangan Barito Pacific
BRPT melaporkan laba bersih sebesar Rp 405,8 miliar pada kuartal ketiga 2024. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 27,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 556,6 miliar. Penurunan ini turut berdampak pada laba bersih per saham (EPS) yang kini berada di level Rp 4,33 per lembar.
Dalam laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2024, Barito Pacific mencatat pendapatan sebesar Rp 25,4 triliun. Pendapatan tersebut menurun 22,6 persen dibandingkan periode sembilan bulan pertama 2023 yang mencapai Rp 32,8 triliun. Secara kuartalan, pendapatan pada Q3 2024 mengalami kontraksi 30,4 persen dibandingkan dengan Q2 2024.
Dari sisi profitabilitas, gross profit Barito Pacific berada di angka Rp 5,8 triliun dengan gross margin sebesar 22,8 persen. EBITDA tercatat sebesar Rp 3,8 triliun dengan margin EBITDA sebesar 15,0 persen. Namun, net profit margin hanya berada di level 1,6 persen, mencerminkan tantangan signifikan dalam menjaga laba bersih di tengah tekanan operasional dan biaya bunga yang tinggi.
Rasio keuangan perusahaan menunjukkan tantangan yang cukup berat. Return on Equity (ROE) hanya tercatat sebesar 0,65 persen, jauh di bawah ekspektasi pasar. Return on Assets (ROA) juga rendah di angka 0,26 persen, mengindikasikan minimnya efisiensi dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan keuntungan.
Dengan rasio Debt to Equity sebesar 1,48x dan Debt to Total Capital sebesar 0,60, Barito Pacific masih menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap utang. Debt to EBITDA yang mencapai 24,44x semakin memperlihatkan tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan. Selain itu, rasio EBITDA terhadap beban bunga berada di level 0,97, mengindikasikan bahwa EBITDA yang dihasilkan hampir tidak cukup untuk menutupi biaya bunga.
Performa Saham BRPT
Saham BRPT ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat, 27 Desember 2024, dengan kenaikan sebesar 1,68 persen atau 15 poin ke level Rp 910. Pergerakan saham menunjukkan sentimen positif di kalangan investor setelah sempat dibuka pada level Rp 895, yang juga merupakan harga penutupan sebelumnya.
Pada sesi perdagangan ini, BRPT mencatat volume transaksi sebesar 59,75 juta saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume harian sebesar 110,06 juta saham. Saham diperdagangkan pada kisaran harga Rp 880 hingga Rp 910, dengan nilai transaksi mencapai Rp 53,6 miliar.
Investor asing juga menunjukkan minat yang cukup signifikan, dengan nilai net foreign buy tercatat sebesar Rp 28,7 miliar, sementara nilai foreign sell mencapai Rp 11,4 miliar. Total frekuensi perdagangan mencapai 5.573 kali, mengindikasikan tingginya aktivitas transaksi pada saham ini.
Secara teknikal, harga saham BRPT berada jauh dari batas atas auto rejection (ARA) di level Rp 1.115, namun tetap menunjukkan potensi pergerakan positif di tengah kondisi pasar yang cenderung fluktuatif. Dengan harga rata-rata perdagangan di level Rp 897, saham ini masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang optimis terhadap prospek jangka panjang Barito Pacific. (*)