KABARBURSA.COM – Lonjakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan 25 Maret 2026 langsung menarik perhatian pasar, setelah harga melesat mendekati batas atas intraday di tengah aktivitas transaksi yang melonjak tajam.
Dalam satu sesi, saham ini bergerak agresif dari area pembukaan hingga sempat menyentuh level 232, sebelum akhirnya ditutup di 226. Pergerakan cepat tersebut terjadi bersamaan dengan nilai transaksi yang menembus Rp1 triliun, menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan aktivitas paling padat dalam perdagangan hari itu.
Harga dibuka di 208, sempat menyentuh level tertinggi 232, sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawah area puncak intraday. Kenaikan ini terjadi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,04 triliun dan volume 46,8 juta lot, menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi dalam satu hari perdagangan.
Di balik lonjakan tersebut, struktur orderbook memperlihatkan dinamika yang cukup menarik antara sisi permintaan dan penawaran. Total antrean bid tercatat sebesar 11,81 juta lot dengan frekuensi 16.573 kali, sedikit lebih tinggi dibandingkan sisi offer sebesar 11,45 juta lot dengan frekuensi 10.556 kali.
Pada lapisan harga terdekat, permintaan terlihat cukup tebal di area 224 hingga 220, sementara penawaran mulai menumpuk dari level 226 hingga 230 ke atas, menciptakan area tarik-menarik yang cukup ketat di sekitar harga penutupan.
Ketebalan antrean juga menunjukkan distribusi yang relatif seimbang antara bid dan offer, namun dengan frekuensi bid yang lebih tinggi, mengindikasikan partisipasi yang cukup aktif dari pelaku dengan ukuran transaksi lebih kecil.
Di sisi lain, lapisan offer yang tebal di beberapa level atas menunjukkan adanya suplai yang siap dilepas ketika harga mendekati area tertentu, sehingga pergerakan naik tidak sepenuhnya tanpa hambatan.
Dari sisi pelaku pasar, data broker summary memperlihatkan konsentrasi akumulasi yang cukup kuat pada beberapa sekuritas. Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatat pembelian terbesar sekitar Rp20,8 miliar dengan volume hampir 1 juta lot di harga rata-rata 207, diikuti BCA Sekuritas (SQ) sekitar Rp17,7 miliar dan RHB Sekuritas Indonesia (DR) sekitar Rp15,4 miliar.
Sementara itu, tekanan jual terbesar berasal dari Sucor Sekuritas (AZ) sekitar Rp45,5 miliar, diikuti Semesta Indovest Sekuritas (MG) Rp36,8 miliar dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) Rp22,8 miliar.
Komposisi ini menunjukkan adanya aliran akumulasi yang cukup merata, namun juga diimbangi dengan distribusi bernilai besar dari beberapa broker, dan menciptakan keseimbangan antara dorongan naik dan tekanan jual.
Dengan nilai transaksi yang besar dan partisipasi broker aktif di kedua sisi, pergerakan harga terlihat terbentuk dari interaksi dua arah yang cukup intens.
Teknikal Harian BUMI
Dari sisi teknikal, indikator harian masih menunjukkan dominasi tekanan jual. RSI berada di level 42,5, stochastic di 26,9, serta MACD di area negatif, mencerminkan momentum yang belum sepenuhnya berbalik arah.
Beberapa indikator lain seperti CCI dan ROC juga masih berada di zona negatif, sementara ADX di atas 50 menunjukkan tren yang sedang berjalan memiliki kekuatan yang cukup tinggi.
Namun demikian, posisi harga mulai bergerak di atas rata-rata jangka pendek seperti MA5 di 212 dan MA10 di 222, meskipun masih berada di bawah MA20 di kisaran 245 dan MA50 di atas 260. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga mulai mencoba keluar dari tekanan jangka pendek, tetapi belum menembus area rata-rata menengah yang lebih tinggi.
Jika melihat struktur pivot, area resistance terdekat berada di kisaran 232 hingga 240, yang sebelumnya menjadi area tertinggi intraday dan lapisan offer cukup tebal. Sementara itu, support terdekat berada di area 222 hingga 217, yang merupakan area konsolidasi dan lapisan bid yang cukup padat dalam orderbook.
Dalam satu rangkaian, lonjakan harga yang terjadi pada BUMI mencerminkan peningkatan aktivitas dan partisipasi pasar dalam jangka pendek. Namun, struktur teknikal yang masih menunjukkan tekanan, distribusi dari broker besar, serta keberadaan suplai di area atas membentuk dinamika pergerakan yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara dorongan naik dan tekanan jual.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.