KABARBURSA.COM - Realisasi belanja modal PT Elnusa Tbk (ELSA) sepanjang 2025 mencapai Rp566 miliar, sekitar 5 persen di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp594 miliar. Meski demikian, nilai investasi tersebut masih lebih tinggi dibandingkan realisasi capex 2024 yang tercatat Rp525 miliar.
Pada tahun sebelumnya, realisasi capex Elnusa tercatat sebesar Rp525 miliar. Dengan realisasi Rp566 miliar pada 2025, nilai investasi tersebut meningkat sekitar Rp41 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi alokasi, sebagian besar belanja modal Elnusa diarahkan untuk memperkuat lini usaha hulu migas dan jasa pendukung (upstream & support services). Segmen ini menyerap sekitar 56,4 persen dari total anggaran capex.
Dana tersebut digunakan untuk menambah sejumlah peralatan operasional di sektor hulu, termasuk dua unit coiled tubing, dua unit cementing, serta pengadaan sekitar 25.000 unit seismic nodes Stryde yang digunakan dalam kegiatan survei eksplorasi migas.
Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan investasi untuk pengadaan rig baru guna mendukung aktivitas pengeboran. Secara keseluruhan, pengadaan tersebut mencakup rencana penambahan sekitar 9 hingga 11 rig baru yang akan memperkuat kapasitas layanan pengeboran dan eksplorasi.
Investasi pada segmen hulu migas ini menjadi salah satu fokus utama Elnusa karena aktivitas eksplorasi dan produksi masih menjadi salah satu sumber permintaan jasa utama bagi perusahaan di sektor energi.
Selain sektor hulu migas, belanja modal juga dialokasikan untuk memperkuat lini bisnis distribusi dan logistik energi yang menyerap sekitar 30,3 persen dari total anggaran capex.
Pada segmen ini, investasi difokuskan untuk menjaga keandalan rantai pasok energi melalui penambahan armada fuel tank vehicle serta pengadaan peralatan LLC yang digunakan dalam operasional distribusi bahan bakar.
Penguatan kapasitas logistik tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi serta meningkatkan efisiensi operasional di jaringan logistik perusahaan.
Modernisasi Infrastruktur dan Teknologi
Di luar dua segmen utama tersebut, Elnusa juga mengalokasikan sebagian capex untuk pengembangan bisnis pendukung dan modernisasi fasilitas operasional.
Investasi ini mencakup penambahan armada hopper barge ETSA, docking barges ETSA, pengadaan CNC coupling, serta renovasi dan penataan ulang gudang atau warehouse di Batam.
Perusahaan juga melakukan sejumlah peningkatan fasilitas operasional, termasuk pengembangan warehouse Duri, peningkatan sistem fire fighting di WHS BSD, penambahan forklift counter balance, serta pembaruan sistem wireless untuk mendukung operasional logistik dan pergudangan.
Selain itu, Elnusa juga mengembangkan teknologi Pigging atau Pipeline Inspector Gauge, sebuah sistem yang digunakan untuk pembersihan sekaligus inspeksi jaringan pipa guna menjaga kualitas dan keandalan sistem perpipaan energi.
Manajemen Elnusa menyatakan bahwa penyerapan belanja modal dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan setiap investasi dapat memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui peningkatan keandalan (reliability) dan ketersediaan (availability) aset yang sudah ada, sekaligus memperkuat kapasitas layanan pada berbagai lini bisnis energi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.