Logo
>

CBDK Raup Laba Rp1,4 Triliun Sepanjang 2025, Strategi Produk Jadi Kunci

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo menyampaikan bahwa kinerja CBDK sepanjang tahun 2025 menunjukkan kuatnya momentum pengembangan distrik bisnis

Ditulis oleh Hutama Prayoga
CBDK Raup Laba Rp1,4 Triliun Sepanjang 2025, Strategi Produk Jadi Kunci
CBDK sepanjang tahun 2025, sukses membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun. (Foto: Dok. Bangun Kosambi Sukses)

KABARBURSA.COM - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) sepanjang tahun 2025, sukses membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun. Angka ini meningkat 11 persen secara tahunan.

Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,4 triliun, tumbuh signifikan 48 persen Year on Year (YoY).

Kinerja tersebut  turut diikuti oleh peningkatan profitabilitas yang kuat, dengan margin laba kotor mencapai 66 persen dan margin laba bersih meningkat menjadi 54 persen.

Pencapaian tersebut didukung oleh komposisi produk yang semakin optimal serta kemampuan dalam memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan, seiring meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya di distrik bisnis CBD PIK2.

Per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun. Struktur neraca yang solid ini memberikan fleksibilitas bagi CBDK untuk terus mengembangkan proyek-proyek strategis serta mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di kawasan tersebut.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo menyampaikan bahwa kinerja CBDK sepanjang tahun 2025 menunjukkan kuatnya momentum pengembangan distrik bisnis di kawasan PIK2.

"Kami juga melihat peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai  66 persen dan margin laba bersih sebesar 54 persen, yang mencerminkan semakin optimalnya monetisasi aset serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan CBD PIK2,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurut dia, pengembangan kawasan yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik kawasan PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru.

Steven mengatakan pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2.

"Dengan semakin berkembangnya aktivitas komersial di kawasan ini, kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta.” pungkasnya.  (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.