Logo
>

COIN Tahan Realisasi Dana IPO Rp220,58 Miliar, ini Pertimbangannya

Keputusan manajemen COIN menempatkan dana IPO di deposito membuat perhatian investor bergeser dari ekspansi ke strategi kehati-hatian.

Ditulis oleh Syahrianto
COIN Tahan Realisasi Dana IPO Rp220,58 Miliar, ini Pertimbangannya
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp220,58 miliar. (Foto: Unsplash)

KABARBURSA.COM – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp220,58 miliar yang dihimpun pada Juli 2025. 

Perseroan memilih menempatkan dana tersebut sementara di instrumen perbankan yang aman, seperti deposito dan giro, sembari menunggu momentum pasar yang dinilai paling tepat.

Keputusan tersebut disampaikan Direktur Utama Indokripto Koin Semesta, Ade Wahyu, yang menyebutkan bahwa COIN mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana IPO. 

“Kondisi fundamental dan likuiditas dua anak usaha utama Perseroan saat ini masih berada dalam posisi solid, sehingga belum mendesak untuk dilakukan injeksi modal,” ujar Ade dalam keterangan resmi, Rabu, 21 Januari 2026. 

Dana IPO COIN sebelumnya dialokasikan untuk memperkuat modal belanja dua entitas anak, yakni Bursa Aset Kripto PT Central Finansial X (CFX) sebesar Rp175,99 miliar atau sekitar 85 persen dari total dana, serta Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebesar Rp31,05 miliar atau sekitar 15 persen. Namun hingga Januari 2026, realisasi penggunaan dana tersebut belum dilakukan.

Ade menjelaskan bahwa baik CFX maupun ICC masih memiliki posisi keuangan dan likuiditas internal yang memadai untuk menjalankan operasional dan rencana bisnis jangka pendek. CFX dan ICC juga merupakan bursa serta kustodian aset kripto pertama yang telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami mengamati terlebih dahulu situasi dan perkembangan pasar aset kripto yang dinamis sebelum menggunakan dana IPO,” ungkap Ade.

Ia menambahkan, fleksibilitas ini memungkinkan COIN meninjau ulang waktu penyaluran dana agar lebih tepat sasaran.

Dari perspektif pasar modal, langkah menahan realisasi dana IPO ini mencerminkan pendekatan konservatif manajemen dalam menjaga efisiensi penggunaan dana dan mitigasi risiko di tengah volatilitas industri kripto. 

Penempatan dana di instrumen perbankan dinilai menjaga likuiditas Perseroan sekaligus menekan risiko penurunan nilai sebelum dana tersebut benar-benar dibutuhkan untuk ekspansi.

Manajemen COIN menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat sementara. Perseroan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan industri dan kondisi pasar secara berkelanjutan, termasuk dinamika regulasi dan aktivitas perdagangan aset kripto di dalam negeri.

Ke depan, realisasi dana IPO akan dilakukan pada momentum yang dinilai paling optimal untuk mendukung pengembangan bisnis CFX dan ICC, serta memberikan nilai tambah yang terukur bagi pemegang saham. 

Perseroan menargetkan penggunaan dana IPO dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap penguatan ekosistem aset kripto nasional yang berada dalam kerangka regulasi resmi.

Saham COIN Terkoreksi Hari ini

Dari lantai bursa, saham COIN ditutup melemah pada perdagangan sesi I Rabu, 21 Januari 2026, seiring perhatian pasar tertuju pada keputusan Perseroan menahan realisasi dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp220,58 miliar. 

Harga COIN berada di level 2.890, turun 80 poin atau 2,69 persen dari penutupan sebelumnya.

Tekanan jual terjadi di tengah aktivitas transaksi yang relatif aktif. Volume perdagangan mencapai sekitar 13,32 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp39,2 miliar dan rata-rata harga di kisaran 2.940. 

Sepanjang sesi, saham COIN sempat bergerak di rentang 2.850 hingga 3.030 sebelum kembali melemah ke area bawah. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.