Logo
>

Dana Murah BRI Tembus Rp1.000 Triliun, CoF Turun ke 2,3 Persen

Lonjakan CASA dorong efisiensi biaya dana BRI ke 2,3 persen dan angkat laba serta pertumbuhan kredit pada Triwulan I 2026.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Dana Murah BRI Tembus Rp1.000 Triliun, CoF Turun ke 2,3 Persen
BRI tekan Cost of Fund, dana murah lampaui Rp1.000 triliun. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat struktur pendanaan pada awal 2026.

Langkah BRI tersebut guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund/CoF) sekaligus memperkokoh fundamental bisnis.

Menurut Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, penguatan struktur pendanaan merupakan bagian dari strategi BRI dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh  dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Kamis 30 April lalu.

Terkait kinerja, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI hingga akhir Maret 2026, dilaporkan tumbuh 9,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.555 triliun.

Pertumbuhan DPK BRI terutama didorong oleh peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA), sebesar 13,2 persen yoy menjadi Rp1.058,6 triliun.

Hery menyebutkan, giro dan tabungan BRI tercatat tumbuh double digit dengan masing-masing tumbuh 15,6 persen yoy dan 11,5 persen yoy.

“Angka tersebut juga menandai tonggak penting bagi BRI, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencapaian tabungan BRI berhasil menembus level Rp600 triliun, atau tepatnya mencapai Rp605,8 triliun,” ujarnya lewat keterangan resmi, Senin 4 Mei 2026.

Lebih lanjut, peningkatan CASA tersebut kemudian mendorong rasio CASA BRI mencapai 68,07 persen.

Sebelumnya CASA BRI masih menyentuh 65,77 persen dalam periode yang sama pada tahun lalu.

Bagi bank berkode saham BBRI tersebut, capaian dinilai sejalan dengan semakin tingginya volume transaksi melalui berbagai kanal digital BRI seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, serta QRIS BRI.

Capaian berikutnya, BRI berhasil menurunkan biaya dana BRI menjadi 2,3 persen, atau terhitung membaik dibandingkan posisi pada Triwulan I 2025 sebesar 3 persen.

“Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat CASA dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan,” terang Hery.

Selain itu, penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI secara keseluruhan.

Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI dinyatakan tumbuh 7,2 persen yoy menjadi Rp2.250 triliun.

Perolehan tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun.

Berbekal aspek fundamental yang kuat dan efisiensi biaya dana yang terjaga, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen yoy.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien," kata Hery.

Ia menambahkan, pertumbuhan kredit yang tetap kuat dapat mendorong pendapatan bunga.

"Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” tutup Hery. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.