KABARBURSA.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Senin, 4 Mei 2026, masih tertahan. Indeks ditutup menguat tipis 11,72 poin atau 0,17 persen ke level 6.968,52, setelah sempat bergerak di rentang 6.953 hingga menyentuh level tertinggi di 6.988.
Meski demikian, aktivitas transaksi tercatat cukup aktif. Adapun total saham yang diperdagangkan nilainya mencapai Rp14,89 triliun dari 449,30 juta lot. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp9,83 triliun dengan volume 427,38 juta lot.
Dari sisi sektoral, dorongan utama datang sektor barang konsumen non-primer yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,19 persen. Kenaikan juga didukung oleh sektor barang konsumen primer yang menguat 1,05 persen.
Penguatan juga terlihat pada sektor infrastruktur yang naik 0,93 persen, serta sektor properti dan real estate yang bertambah 0,31 persen. Sektor perindustrian turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,27 persen, sementara sektor barang baku bergerak tipis di zona hijau dengan kenaikan 0,02 persen.
Di sisi lain, tekanan terhadap indeks datang dari sejumlah sektor yang bergerak berlawanan arah. Sektor teknologi menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan 1,35 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik yang melemah 1,24 persen.
Sektor energi juga berada di zona merah dengan penurunan 0,52 persen, sementara sektor kesehatan turut mencatatkan pelemahan.
Area Krusial
Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini berada di area yang krusial menjelang level psikologis 7.000. Data pivot menunjukkan titik keseimbangan berada di kisaran 7.003–7.006, dengan resistance terdekat di rentang 7.015–7.020, yang menjadi area uji bagi pergerakan indeks dalam jangka sangat pendek.
Di saat yang sama, struktur moving average masih menunjukkan tekanan dari tren yang lebih besar. Mayoritas indikator seperti MA10, MA20, MA50, MA100, hingga MA200 masih berada dalam posisi sinyal jual, sementara hanya MA5 yang memberikan sinyal beli terbatas, mencerminkan bahwa penguatan saat ini masih bersifat jangka pendek.
Kondisi ini menempatkan IHSG dalam fase uji kekuatan, di mana kenaikan yang terjadi lebih mencerminkan upaya rebound dibandingkan perubahan tren secara menyeluruh. Dengan posisi indeks yang masih berada di bawah lapisan moving average tersebut, ruang kenaikan cenderung berhadapan dengan tekanan jual di area atas.
Dengan struktur seperti ini, pergerakan menuju level 7.000 terbuka, namun berada dalam zona yang padat resistensi. Area tersebut menjadi titik pertemuan antara faktor psikologis dan teknikal, sehingga setiap penguatan yang mendekati level ini berpotensi menghadapi tekanan balik dari sisi supply.(*)