KABARBURSA.COM – Direktur Utama (Dirut) PT Energi Utama Tbk (TOBA), Dicky Yordan terpantau menambah porsi kepemilikan saham TOBA pada 2 Februari 2026.
Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Dicky membeli saham TOBA sebanyak 150.000 lembar dengan harga Rp615. Pembelian dilakukan secara tidak langsung dan diklasifikasikan sebagai saham biasa.
Dengan transaksi itu, total kepemilikan saham Dicky di PT Energi Utama Tbk meningkat dari 125.651.321 menjadi 125.801.321 saham. Porsi hak suara pun ikut naik tipis dari 1.521 persen menjadi 1.523 persen.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen menjelaskan bahwa aksi pembelian saham ini dilakukan dengan tujuan diversifikasi portofolio investasi pribadi. Ditegaskan, Dicky bukan berstatus sebagai pengendali perseroan dan tidak memiliki rencana untuk mengambil alih kendali perusahaan.
Pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, saham TOBA ditutup melemah sebesar 5,11 persen atau menurun 5,11 poin ke level 650.
Dalam rentang satu pekan, saham TOBA mengalami koreksi sebesar 9,72 persen. Harga bergerak di sekitar 580, sementara rentang mingguan tercatat hingga 725. Secara year to date (YTD), saham ini masih terkoreksi 12,16 persen.
Tekanan tersebut berlanjut pada periode satu bulan, saham emiten energi ini juga menurun sebesar 18,75 persen. Secara tiga bulanan, koreksi tercatat mencapai 20,25 persen.
Pelemahan semakin terlihat pada periode enam bulan, ketika saham TOBA mengalami penurunan terdalam sebesar 38,39%, dengan harga tetap berada di kisaran 580.
Meski demikian, jika ditarik lebih panjang, pergerakan saham TOBA menunjukkan dinamika yang berbeda. Dalam rentang satu tahun, TOBA justru mencatatkan kenaikan 81,56 persen, dengan rentang harga tahunan bergerak dari 270 hingga 1.575.
Dalam jangka tiga tahun, saham TOBA tercatat masih menguat 8,33 persen, sementara dalam periode lima tahun kenaikannya mencapai 16,07 persen. Bahkan dalam horizon 10 tahun, kinerja saham ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 531,07 persen. (*)